Tim SAR Cari Jenazah di Bangkai Kapal dan Terus Sisir Korban Tenggelam di Batam

11 jenazah teridentifikasi sudah diterbangkan ke daerah asal melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Tim SAR Cari Jenazah di Bangkai Kapal dan Terus Sisir Korban Tenggelam di Batam
TRIBUNNEWS.COM
Proses Evakuasi korban kapal tenggelam di perairan Batu Besar Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu 2 November 2016 

TRIBUNJATENG.COM - Hingga Sabtu (5/11), tim SAR gabungan masih menyisir keberadaan enam TKI korban kapal tenggelam di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Pencarian difokuskan di perairan utara. Petugas menyisir bibir pantai sampai radius lima mil, melibatkan 14 kapal dan dua helikopter.

"Selain enam korban, kami juga berupaya mencari bangkai kapal. Tidak menutup kemungkinan, ada jenazah yang berada di dalamnya. ABK yang selamat sudah menunjukkan kepada kami koordinatnya," kata Kepala Basarnas Kepri, Badul Hamid, Sabtu.

Hingga hari keempat pencarian oleh tim SAR gabungan, jumlah korban meninggal dunia yang sudah dievakuasi tercatat 54 orang. Mereka ditemukan pada Rabu (2/11) sampai Jumat (4/11).

Berdasarkan keterangan Basarnas Kepri, 12 jenazah sudah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga. Sementara 42 jenazah lain, hingga kini masih disimpan di RS Bhayangkara Polda Kepri di Batam untuk menunggu proses identifikasi oleh tim DVI gabungan.

Terkait korban selamat, Basarnas Kepri menyebut, ada 41 orang. Sebanyak 39 orang sudah berada di Rumah Singgah Nilam Suri Dinas Sosial Batam, satu ABK kapal ditetapkan tersangka dan ditahan di Polda Kepri, dan satu orang lain melarikan diri.

"Pencarian korban yang belum ditemukan akan dilakukan selama tujuh hari ke depan. Setelah itu, kami bakal melakukan evaluasi, apakah pencarian diperpanjang atau tidak," imbuh Hamid.

Mengenai biaya pemulangan korban selamat dan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, Badan Nadional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) berjanji menanggung. Hal itu ditegaskan oleh Sekretaris Utama BNP2TKI, Hermono, di RS Bhayangkara Polda Kepri.

Sabtu pagi kemarin, 11 jenazah teridentifikasi sudah diterbangkan ke daerah asal melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Lima jenazah pertama dipulangkan ke Lombok pada pukul 06.30 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

"Mereka adalah Mahrun (49) asal Lombok Tengah, Aisyah (27) asal Lombok Tengah, Rukmin (39) asal Lombok Tengah, Ating Fatmawati (33) asal Lombok Timur, dan Zainab (39) asal Lombok Tengah," terang Plt Kabid Humas Polda Kepri, AKBP S Erlangga.

Untuk pemulangan gelombang dua, tercatat ada enam jenazah. Semuanya diterbangkan pada pukul 09.00 WIB melalui Bandara Hang Nadim Batam ke Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lampung.

Enam jenazah tersebut teridentifikasi bernama Supriyadi (51) asal Kediri, Maysaro (40) asal Probolinggo, Rian Eka Yuniar (31) asal Tulungagung, Siti Maisarah (27) asal Blora, Aprilia (tujuh bulan) asal Blora, dan Novi Yanti (26) asal Lampung Utara.

Terpisah, Kabag Humas BNP2TKI, Servulus Bobo Riti, mengingatkan lagi kepada keluarga korban atau pihak yang memerlukan perkembangan terbaru atas penanganan musibah kapal nahas di Batam agar mengontak Posko BNP2TKI di nomor 082213671991 atau 08121424760. (TRIBUNJATENG/CETAK)

Editor: a prianggoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved