Ada 21 Rumah Sakit Mitra dan 242 Puskemas, Klinik, dan Dokter Keluarga Mitra BPJS di Kota Semarang
Saat ini, Bimantoro menungkapkan, tercatat sebanyak 360 ribu jiwa warga di Kota Semarang yang belum terjamin JKN
Penulis: galih permadi | Editor: a prianggoro
Ini Bagian dari Komitmen Pemkot
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Bimantoro R mengatakan, saat ini ada empat Kota di Jateng yang belum mengintegrasikan Jamkesmaskot dan Jamkesda ke JKN, yakni Kota Semarang, Pati, Magelang, dan Sragen.
"Magelang dan Sragen akan dilakukan tahun ini, jadi tinggal Kota Semarang dan Pati. Sudah disepakati Pemkot Semarang melalui dewan akan dianggarkan di APBD Perubahan. Ini adalah bagian dari komitmen pemkot untuk menjamin kesehatan warganya. Mudah-mudahan bisa berjalan lancar,” katanya, Selasa (8/09/2016).
Bimantoro menuturkan, pihaknya akan memberikan pelayanan semaksimal mungkin, termasuk menjalin komunikasi dengan rumah sakit mitra. Saat ini terdapat 21 rumah sakit mitra dan 242 puskemas, klinik, dan dokter keluarga mitra BPJS di Kota Semarang.
Jumlah iuran yang diterima, menurut dia, mencapai Rp 42 miliar/bulan dari 1,6 juta jiwa warga Kota Semarang, sementara klaim yang terbayarkan mencapai Rp 147 miliar/bulan.
"Ini bukan defisit tapi miss match. Harusnya iuran disesuaikan. Tapi pemerintah pusat punya komitmen menjamin kekurangan. Dari 166 juta jiwa, pemerintah pusat membayar 88 juta jiwa peserta JKN," ujarnya.
Saat ini, Bimantoro menungkapkan, tercatat sebanyak 360 ribu jiwa warga di Kota Semarang yang belum terjamin JKN. (TRIBUNJATENG/CETAK)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bpjs-kesehatan_20160413_212135.jpg)