Bank Jateng Targetkan Penyaluran Mitra-25 Tembus Rp 350 Miliar

Bank Jateng telah menyalurkan bantuan pinjaman permodalan dengan suku bunga rendah kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bank Jateng telah menyalurkan bantuan pinjaman permodalan dengan suku bunga rendah kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui program Mitra-25 dan Mitra-02.

Direktur Keuangan Bank Jateng, Radjim mengatakan, saat ini telah ada sekitar 5.000 nasabah yang menikmati program Mitra-25 dengan plafon mendekati nilai Rp 100 miliar.

Padahal, program ini baru dibuka pada April 2016 lalu.

"Kami menargetkan plafon yang tersalurkan sampai Desember 2016 ini sebesar Rp 350 miliar. Saat ini, Mitra-25 sudah hampir 5.000 nasabah dengan plafon mendekati Rp 100 miliar," kata Radjim, usai menerima penghargaan dari International Council for Small Business (ICSB)-Indonesia, di Ballroom RRI, Jalan Ahmad Yani, Semarang, Rabu (9/11/2016).

Sedangkan untuk program Mitra-02, yang mana program ini diperuntukan untuk pelaku yang memulai usaha baru, ditargetkan sebesar Rp 50 miliar hingga Desember 2016 mendatang.

Radjim menambahkan, dari penyaluran permodalan tersebut, belum ada usaha yang gagal.

Hal itu tidak terlepas dari upaya pendampingan yang diberikan Bank Jateng kepada para pelaku UMKM.

Disamping itu, Bank Jateng juga telah menjalin kerjasama dengan dinas terkait dan perguruan tinggi untuk memberikan edukasi guna meminimalisasi kegagalan usaha dari pelaku UMKM binaan Bank Jateng.

"Sampai saat ini masih bagus usahanya. Kalaupun gagal, tidak akan berpengaruh besar ke Bank karena pinjaman dijamin asuransi sebesar 70 persen," paparnya.

Jika ditemukan ada usaha UMKM binaan yang gagal, Radjim menjelaskan, akan dilihat apa faktornya. Apakah memang produk usahanya tidak diminati masyarakat atau semangat juang sebagai wirausaha tidak dibangun dengan baik. 

"Karena memang tujuannya, bagaimana kita memberdayakan masyarakat. Sehingga modal itu sebagian saja. Tetapi yang penting itu kita sama-sama sinergi membangkitkan kewirausahaan. Karena kita tahu, UMKM itu menjadi soko gurunya Indonesia," jelasnya.

Meski demikian, Bank Jateng secara rutin 3 bulan melakukan pengawasan kepada pelaku usaha binaan.

Hal itu agar mengetahui kondisi usaha atau UMKM yang dibangun.

Selain itu, para pelaku UMKM juga berkewajiban untuk mengembalikan pinjaman modal yang diberikan. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved