Breaking News:

Dimas kanjeng Ditahan

Kisah Mahaguru Abal-abal Dimas Kanjeng, Bermodal Angguk-angguk Kepala dapat Rp 3,5 Juta

Saimin menceritakan dia diperlihatkan sejumlah uang. "Kata dia, kerjanya cuma angguk‑angguk seperti orang berdoa dan diam saja," sebut Saimin.

KOMPAS.com/Achmad Faizal
Mujang (kiri) diperiksa di Mapolda Jatim, Senin (7/11/2016). 

TRIBUNJATENG.COM -- Sebanyak tujuh orang warga Jakarta disulap menjadi mahaguru oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi, tersangka kasus penipuan dan pembunuhan asal Probolinggo, Jatim.

Para mahaguru abal-abal itu direkrut untuk meyakinkan para pengikut Dimas Kanjeng. Berikut penulusuran tempat tinggal mereka di kampung padat penduduk di Jakarta.

Sepetak rumah yang luasnya tidak lebih dari 28 meter persegi itu terletak di pinggir Jalan Duri Intan 1, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Bagian depannya dicat warna hijau dan terdapat jendela kaca cukup besar, sedang di sisi kanan tampak tembok abu‑abu.

Bangunan sangat sederhana itu masih berbagi tembok dengan tetangga di sisi kiri. Bagian dalam rumah itu tidak tampak mewah. Dari luar, hanya tampak satu unit televisi layar datar. Untuk memisahkan bagian depan dan dalam rumah, sang penghuni hanya menyekatnya dengan lemari.

Bangunan di kawasan padat penduduk itulah tempat tinggal Sadeli alias Abah Entong. Laki‑laki berusia 55 tahun ini merupakan satu di antara mahaguru abal-abal ciptaan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Warga sekitar rumahnya mengenal Sadeli sebagai orang asli daerah Kepa Duri, hanya saja dia bukan tokoh masyarakat. "Orang biasa saja dia (Sadeli)," kata Sarjana, Ketua RW 08, Kepa Duri, Jakarta Barat di Pos RW, Selasa (8/11).

Sehari‑hari warga mengetahui Sadeli bekerja serabutan. Bapak tiga anak itu juga diketahui pernah bekerja sebagai hansip dan tukang kebun di sebuah pusat perbelanjaan.

Tidak ada yang tahu dia menjadi bagian dari sindikat penipuan pimpinan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, sang penggada uang dari Probolinggo, Jawa Timur.

Namun kepada beberapa tetangganya, Sadeli pernah sesumbar punya pekerjaan enak dan menghasilkan uang jutaan rupiah. Dia mengaku ikut sebuah rombongan ke sebuah pengajian di Jawa Timur.

"Mengakunya ikut pengajian, tapi di sini ke masjid saja jarang," sebut Acong, warga dekat rumah Sadeli.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved