Pelaksana Proyek Bendung Logung Nilai Polisi Tak Bersikap Tegas Soal Penanganan Aduan Warga

Mereka menilai, pelaksana proyek telah melanggar hukum, lantaran merusak tanaman dan lahan

Pelaksana Proyek Bendung Logung Nilai Polisi Tak Bersikap Tegas Soal Penanganan Aduan Warga
Tribun Jateng/Yayan Isro Roziki
Sejumlah alat berat melakukan pengerjaan di lokasi proyek Bendung Logung Kudus, Rabu (9/11). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Progres pengerjaan mega proyek nasional Bendung Logung, sedikit terhambat. Saat ini, progres pengerjaan proyek senilai Rp584,936 milir itu baru mencapai 39,1 persen, dari yang direncakan 39,4 persen. Demikian disampaikan oleh Pejabat Pembuat Komitemen (PPKom) Bendung Logung, Zulfan Arief Mustafa, Rabu (9/11).

"Progres pengerjaan kita minus 0,3 persen dari yang direncanakan‎," kata Zulfan, di lokasi.
Menurut Zulfan, terhambatnya pengerjaan disebabkan beragai faktor. Antara lain, tingginya curah hujan di wilayah Kota Kretek, belakangan ini.

"Sejak September hingga sekarang, kita sudah enam kali menghentikan pengerjaan penimbunan. Pengerjaan ini tak boleh kena air, sehingga saat hujan harus berhenti total, lokasi pengerjaan dan material juga ‎harus ditutup terpal," bebernya.

Disamping itu, faktor yang menghambat pengerjaan adalah‎ terkatung-katungnya penanganan laporan warga terhadap pelaksana proyek, oleh Polres Kudus‎. Diketahui, pada ‎Jumat (13/5), puluhan warga yang tergabung dalam‎ Forum Komunikasi Masyarakat Korban Embung Logung (Forkoma Kembung) melakukan pengadangan terhadap alat berat dan para pekerja, yang hendak mengeruk lahan, di lokasi proyek pembangunan Bendung Logung.

Mereka menilai, pelaksana proyek telah melanggar hukum, lantaran merusak tanaman dan lahan, yang proses pembebasannya belum sepenuhnya rampung atau masih dalam proses konsinyasi.‎ Selain melakukan pengadangan, warga juga melaporkan pelaksana proyek ke pihak kepolisian, dengan aduan dugaan perusakan lahan dan tanaman.

‎Hingga saat ini, menurut dia, penanganan aduan warga ke pihak kepolisian tersebut belum jelas dan tuntas. "Kami menunggu keberanian Polres untuk segera menuntaskan perkara ini. Semua orang tahu, bola sekarang ada di tangan kepolisian," ucapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jateng, gelar perkara ini di Mapolda Jateng, pada 12 Agustus 2016 silam. ‎Dalam gelar perkara tersebut, penyidik diminta untuk segera menuntaskan persolan tersebut dalam waktu 21 hari, terhitung tanggal 13 Agustus 2016. Jika tidak, maka penyidik patut diduga telah melanggar Perkap 4/2014 tentang SOP Pengawasan Penyidik.

‎Ditambahkan Zulfan, pihaknya telah melaporkan perkara ini ke Kantor Staf Presiden (KSP). Dia berharap, Polres Kudus berani mengambil sikap tegas soal penyelesaian perkara ini.

"Jika kasus ini terus terkatung-katung, jangan berharap ‎akselerasi atau percepatan proyek ini akan jalan," tandasnya. Diketahui, berdasarkan rencana semula proyek Bendung Logung akan selesai pada Desember 2018. Namun, ada permintaan akselerasi dari Bupati Kudus dan juga Dirjen Sumber Daya Air (SDA), agar proyek ini bisa diselesaikan pada akhir tahun 2017.

Di samping melaporkan ke KSP, masih menurut Zulfan, pihaknya juga melakukan konsultasi ke tim pengawal dan pengamanan pemerintahan dan pembangunan daerah (TP4D) Jateng, serta beberapa pakar hukum dari beragai universitas teremuka di Jateng. Berdasarkan keterangan mereka, menurut Zulfan, secara hukum pihanya tak salah jika menggarap tanah yang sudah masuk proses konsinyasi.

"Sejak awal, kami berpedoman pada Pasal 43 UU 2/2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum. Kalau polisi mau memproses kasus ini secara cepat hingga ke pengadilan, selesai. Bahan, mungkin baru sampai kejaksaan, kasus ini akan gugut, karena berdasarkan undang-undang kami tak bersalah, sehingga laporan dianggap tak sah demi hukum," tandasnya.

‎Terpisah, Kasubag Humas Polres Kudus, AKP Sumbar Priyono, mengatakan pihaknya belum mengetahu lebih lanjut terkait perkembangan penanganan aduan tersebut. "Belum ada informasi lebih lanjut soal itu," katanya. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved