Sedang Jalan Sehat Bersama Warga, Wali Kota Semarang Malah Temui 'Jalan Bubur' di Rowosari
Hendi menemukan jalan bubur tersebut saat melakukan jalan sehat Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Rabu (9/11).
Penulis: galih permadi | Editor: a prianggoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG-Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi masih menemui jalan "bubur" di wilayah Rowosari, Kecamatan Tembalang.
Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi lantas menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) untuk mengubah sistem pavingisasi jalan menjadi sistem betonisasi.
Hendi menemukan jalan bubur tersebut saat melakukan jalan sehat Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Rabu (9/11).
Jalan bubur, kata Hendi, merupakan istilah jalan yang menjadi becek dan berlumpur pada saat jatuh hujan.
Hal ini dikarenakan kondisi jalan yang memang berlubang dan tidak tertutup paving secara sempurna.
"Kerusakan terjadi pada jalan lingkungan yang penyebabnya adalah muatan truk bahan bangunan yang melintas untuk proyek betonisasi. Oleh karenanya, paving dirasa tidak akan kuat dan akan selalu rusak jika harus dilalui kendaraan berat material pembangunan. Untuk itu saya minta untuk merencanakan betonisasi untuk semua jalan lingkungan di wilayah Rowosari. Bukan lagi pakai paving," ujarnya dalam rilis yang diterima Tribun Jateng.
Hendi mengatakan Dinas Bina Marga telah melakukan program betonisasi kawasan Rowosari dengan anggaran total Rp 20 miliar.
Tak hanya berhenti di 2016 dan 2017, Hendi memastikan dan mengingatkan Dinas Bina Marga untuk terus menganggarkan betonisasi hingga selesai di seluruh ruas jalan di Rowosari.
"Komitmen pembangunan wilayah Rowosari merupakan komitmen Pemkot Semarang dalam pemerataan pembangunan. Kota Semarang tidak cuma tengah kota saja, tetapi kawasan pinggir dan perbatasan seperti Rowosari ini juga merupakan bagian dari Kota Semarang yang menjadi prioritas kami," ujarnya.
Pemkot, kata Hendi, berencana membangun rusunawa 4 rower dengan tinggi 3-4 lantai. Harapannya, keberadaan rusunawa ini dapat meningkatkan geliat ekonomi masyarakat Rowosari.
"Saya mengajak peran aktif warga termasuk warga Rowosari untuk memberikan masukan, usulan, kritik membangun untuk wilayah Kota Semarang melalui berbagai wadah yang ada seperti Musrenbang Kelurahan, SMS, serta aplikasi lapor hendi 1708. Harapannya, semakin banyak warga yang aktif dan peduli pada kota ini, berbagai masalah akan segera tertangani dan Kota Semarang akan semakin hebat," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hendrar-prihadi-hendi_20161109_180502.jpg)