DUH, Pasar Saham Panik Setelah Donald Trump Menangi Pilpres AS

Kejatuhan di pasar saham sudah diperkirakan jika AS memilih Donald Trump ketimbang rivalnya Hillary Clinton.

DUH, Pasar Saham Panik Setelah Donald Trump Menangi Pilpres AS
GOOGLE

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Hasil sementara pemilihan presiden AS 2016 cukup mengejutkan.

Kandidat presiden dari Partai Republik, Donald Trump, mengungguli rivalnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Pasar pun langsung merespon hasil sementara ini, ditandai dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah yang cukup dalam, Rabu (9/11/2016).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 56,36 poin atau turun 1,03 persen ke level 5.414,32.

Sebelumnya, pada perdagangan Selasa (8/11/2016) IHSG ditutup menguat di level 5.470,68.

Hasil merah hari ini menutup reli kenaikan indeks sejak 4 November 2016, ketika hasil polling saat itu mengunggulkan Hillary Clinton sebagai pemenang.

Sementara rupiah akhirnya ditutup turun 43 poin atau turun 0,32 persen ke level 13.127 per dollar AS, setelah pada Selasa lalu ditutup di level 13,084 per dollar AS.

Berdasarkan pantauan di pasar spot Bloomberg, rupiah diperdagangkan di rentang 13.051 -13.285 per dollar AS.

Kejatuhan di pasar saham sudah diperkirakan jika AS memilih Donald Trump ketimbang rivalnya Hillary Clinton.

Namun, pelaku pasar optimistis ketegangan di pasar saham akan mereda.

"Banyak kebijakan Trump yang sulit diimplementasikan, pendukungnya akan segera kecewa. Sekarang pasar masih turun, tapi pasar saham akan rebound dengan adanya kesempatan yang besar," kata Head of Corporate Strategy and Research Bahana Securities Harry Su. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved