Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Karyawati RS Telegorejo Menangis Saat Utangnya Rp 350 Juta Dihapuskan

Karyawan bagian sterilisasi itu mengaku punya utang banyak di RS Telogorejo, mulai dari pengobatan suaminya hingga meninggal.

Tayang:
Penulis: bakti buwono budiasto | Editor: a prianggoro
tribunjateng/bakti buwono
Sri Menangis Utang Biaya Pengobatan Ratusan Juta Diputihkan Manajemen RS Telogorejo 

TRIBUNJATENG.COM- Sri Rahayu (45), karyawan Semarang Medical Center (SMC) RS Telogorejo terus menangis di Ruang Rapat Cattleya lantai 7, Selasa (8/11) sore.

Ia terharu lantaran utang biaya pengobatan keluarganya diputihkan.

Karyawan bagian sterilisasi itu mengaku punya utang banyak di RS Telogorejo, mulai dari pengobatan suaminya hingga meninggal, dan anaknya yang sempat sakit.

"Totalnya bisa sampai Rp 350 juta lebih. Selama ini pembayarannya potong gaji. Selesainya baru saat saya pensiun," tuturnya, sembari menyeka air mata.

Karena hal itu, Sri bahkan mengaku sempat stres dan berencana berhenti kerja. Tetapi, ia urung karena beban keluarganya masih banyak.

Sri Rahayu merupakan satu dari 11 karyawan yang mendapat bantuan program Telogorejo Peduli. Yayasan Telogorejo memutihkan tunggakan biaya rumah sakit karyawan. Pemutihan itu membuat 11 karyawan itu kembali menikmati gajinya secara penuh.

"Saya sebelumnya tidak tahu, baru tahu ini. Yang jelas setelah ini saya bakal semangat kerja," ujar perempuan yang sudah 20 tahun bekerja di RS Telogorejo itu.

Karyawan lain, Joko Sutrisno (47), juga mendapat program CSR Telogorejo Bakti Keluarga itu. Ia berujar, punya utang Rp 95 juta sejak tujuh tahun silam. Saat itu, anaknya lahir prematur dan butuh perawatan di ICU sampai dua bulan.

"Untungnya di sini untuk keluarga karyawan yang dipentingkan tindakan lebih dulu. Biaya dipikirkan nanti," katanya.

Joko mengatakan, saat ini putranya sudah dalam keadaan sehat, dan tidak ada masalah kesehatan.

Yayasan Telogorejo melalui Komite Telogorejo Peduli mempunyai program sosial selama November. Anggota Komite, Mulyono Hadi menuturkan, pihaknya melakukan berbagai kegiatan sosial dalam rangka Ultah RS Telogorejo ke-65.

Menurut dia, tidak hanya masyarakat saja yang perlu diperhatikan, tapi juga karyawan.

"Mereka, para karyawan kan sudah mengorbankan waktunya untuk mengabdi. Akan jadi aneh jika kami tidak memikirkan karyawan kami," jelasnya.

Mulyo menyatakan, sebanyak 11 karyawan SMC RS Telogorejo dibebaskan dari tunggakan yang membebani penghasilan. Ia berharap para karyawan tahu pengurus Yayasan juga memikirkan mereka.

"Tentu harapannya ya mereka jadi semangat kerja dan memberikan pelayanan terbaik untuk pasien," paparnya.

Selain itu, Yayasan Telogorejo juga menyediakan Rp 500 juta untuk bantuan masyarakat yang berobat di SMC RS Telogorejo. Setiap hari Yayasan Telogorejo menyediakan Rp 25 juta untuk membantu warga.

Pihaknya memfasilitasi biaya pembelian obat, pemeriksaan radiologi, pemeriksaan laboratorium, rawat jalan, pemeriksaan dan perawatan fisioterapi, hingga biaya karcis dan dokter. (TRIBUNJATENG/CETAK)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved