Mahasiswa UPGRIS Gelar Karnaval, Pegiat Wisata Joget Flash Mob

Mahasiswi program studi PPKN UPGRIS, Aulia Restu rela jalan jauh mengenakan jarik dan kebaya saat mengikuti karnaval Hari Pahlawan

Mahasiswa UPGRIS Gelar Karnaval, Pegiat Wisata Joget Flash Mob
tribunjateng/galih permadi
Pakaian Adat-Ratusan Mahasiswa UPGRIS menggelar karnaval di hari Pahlawan, Kamis (10/11). Mereka menggunakan berbagai macam pakaian adat daerah Indonesia 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Beragam cara dilakukan untuk menyambut Hari Pahlawan. Dari upacara bendera di halaman Balai Kota Semarang, karnaval ratusan mahasiswa UPGRIS, hingga aksi teatrikal oleh pegiat wisata Semarang.

Mahasiswi program studi PPKN UPGRIS, Aulia Restu rela jalan jauh mengenakan jarik dan kebaya saat mengikuti karnaval Hari Pahlawan, Kamis (10/11).

"Persiapannya sudah tiga hari lalu. Setiap program studi diundi pakai pakaian adat apa. Program studi PPKN mendapat undian pakai pakaian adat Jawa," ujarnya.

Untuk meneruskan jasa para pahlawan, Aulia memilih mengisi hari-harinya dengan kegiatan yang positif.

"Sebagai mahasiswa tentu harus serius dalam kuliah. Menjauhi narkoba dan lebih baik ikut kegiatan kampus," ujarnya.

Tak hanya itu, saat ini juga perlu memerangi hal-hal negatif dari internet. "Hal negatef dari dunia maya perlu diperangi karena akan mempengaruhi moral dan karakter bangsa. Sebaiknya bijak dalam menggunakan internet," ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, belasan pegiat wisata menggelar aksi teatrikal dan flash mob di kawasan Simpang Lima dalam memperingati hari Pahlawan.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Benk Mintosih mengatakan pegiat wisata merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. Namun mereka ikut berperan dalam memajukan pariwisata Kota Semarang.

"Pegiat wisata dan pihak hotel berkumpul bersama hari ini (kemarin). Meski masing-masing hotel bersaing dalam pelayanan tapi hari ini mereka bersatu untuk menggerakkan bersama pariwisata Kota Semarang. Bersama kita bisa. Pegiat wisata juga pahlawan, pahlawan devisa bagi Kota Semarang khususnya," ujarnya.

Benk mengatakan pariwisata Kota Semarang sudah cukup baik. Saat ini tiap weekend sudah mulai ramai dengan tingkat hunian 1,7. Kota Semarang perlu menambah destinasi wisata khususnya untuk keluarga.

"Semarang sudah punya Lawangsewu, Sam Poo Kong, dan MAJT. Tapi masih perlu tambahan destinasi wisata. Tingkat hunian bisa mencapai 2, jika ada penambahan wisata keluarga. Perlu taman-taman rekreasi seperti Jatim Park untuk mendongkrak kunjungan wisatawan," ujarnya. (*)

Penulis: galih permadi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved