Ganjar: Mitigasi Bencana Tsunami Masyarakat Pesisir Selatan Harus Intensif
Mitigasi bencana ini perlu disampaikan untuk mengurangi timbulnya korban jiwa saat ada bencana
Penulis: m nur huda | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berharap pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, untuk intensif memberikan pelatihan pengurangan risiko bencana alam tsunami pada masyarakat pesisir pantai selatan.
Mengingat pesisir selatan Jawa Tengah berpotensi adanya bencana alam gelombang tinggi tsunami. Meski saat ini dalam kondisi aman, namun bencana alam datangnya selalu tak terduga.
"Saya harapkan ada pelatihan (pengurangan resiko bencana) khusus tsunami setahun dua kali di Cilacap," kata Ganjar saat memberi pengarahan pada personel BPBD Cilacap di markas BPBD setempat, Jumat (11/11/2016).
Ganjar mengatakan, masyarakat Kabupaten Cilacap yang tinggal di sekitar pantai perlu mendapat informasi mengenai tanda-tanda akan terjadinya tsunami dan bagaimana cara mengevakuasi.
Mitigasi bencana ini perlu disampaikan untuk mengurangi timbulnya korban jiwa saat ada bencana.
"Berapa sih kekuatannya pemerintah, nggak Londo, nggak kita, begitu kena bencana semua nggak berdaya. Maka masyarakat sekarang kita siapkan. Pelatihan-pelatihan mitigasi bencana mesti terus dilakukan," tegasnya.
Di Jateng, lanjutnya, secara umum siap dalam menanggulangi berbagai bencana alam, bahkan negara lain ingin belajar mengenai hal tersebut.
Upaya mengoordinasi tim BPBD se-Jateng dengan Gubernur Jateng melalui media grup WhatsApp juga dipamerkannya saat berbicara di forum internasional tentang kebencanaan di Amsterdam, belum lama ini.
"Mereka bertanya bagaimana cara mengoordinasi tim penanggulangan bencana se Jateng. Saya jawab pakai WA (WhatsApp), gampang," ungkap Ganjar sembari meminta agar pola koordinasi melalui WhatsApp tetap dilanjutkan.
Dalam kunjungannya tersebut, Ganjar berkesempatan menyaksikan peragaan pemasangan tenda pengungsi berukuran 4 x 12 meter oleh personel BPBD Cilacap yang hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Selain itu juga ada peragaan pertolongan pertama pada korban kecelakaan mobil oleh Basarnas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bpbd_20161111_172144.jpg)