Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Serangan Bom

Tanggapi Bom di Samarinda, Fahri Hamzah: Masyarakat Jangan Terprovokasi

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta Kepolisian mengusut tuntas peristiwa ledakan bom di depan Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda, Kaltim

Editor: iswidodo
Tanggapi Bom di Samarinda, Fahri Hamzah: Masyarakat Jangan Terprovokasi - bocah-bocah-korban-ledakan-bom-di-gereja-di-samarinda_20161113_151239.jpg
ist
Bocah-bocah korban ledakan bom di depan Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016).
Tanggapi Bom di Samarinda, Fahri Hamzah: Masyarakat Jangan Terprovokasi - wakil-ketua-dpr-ri-fahri-hamzah-meminta-kepolisian-mengusut-tuntas_20161113_151255.jpg
kompas.com
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta Kepolisian mengusut tuntas peristiwa ledakan bom di depan Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016).
Tanggapi Bom di Samarinda, Fahri Hamzah: Masyarakat Jangan Terprovokasi - bom-meledak-di-gereja-oikumene-di-samarinda-13-nov_20161113_122013.jpg
facebook
GEREJA DIBOM - Ledakan bom di Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016) sekitar pukul 10.10 wita. Dalam insiden ini empat anak mengalami luka.
Tanggapi Bom di Samarinda, Fahri Hamzah: Masyarakat Jangan Terprovokasi - ledakan-bom-di-gereja-oikumene-kelurahan-sengkotek-samarinda-seberang_20161113_121637.jpg
facebook
GEREJA DIBOM - Ledakan bom di Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016) sekitar pukul 10.10 wita. Dalam insiden ini empat anak mengalami luka.

TRIBUNJATENG.COM - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta Kepolisian mengusut tuntas peristiwa ledakan bom di depan Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016).

"Aparat penegak hukum harus secara imparsial bekerja secara teliti dalam menganalisa kejadian ini," tutur Fahri seusai acara Kongres KA-KAMMI di Hotel Kartika Chandra di Jakarta.

Fahri mengingatkan agar seluruh pihak tak terprovokasi atau menghakimi pelaku, tetapi menunggu proses hukum yang dijalankan kepolisian.

"Hati-hati provokasi. Harus ada penyelidikan terlebih dahulu," tutur dia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Pol Agus Rianto mengatakan, polisi sudah menangkap terduga pelaku pelemparan bom tersebut.

Penangkapan dilakukan tak lama setelah pelaku melempar benda yang diduga bom molotov, Minggu sekitar pukul 10.00 WITA.

Pria yang diduga pelaku langsung dibawa ke kantor Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda untuk diperiksa.

"Pelaku sudah berhasil ditangkap dan sedang dilakukan pemeriksaan oleh pihak Polresta," ujar Agus melalui keterangan tertulis.

Disebutkan, polisi berupaya mencari informasi lebih lengkap mengenai motif dan tujuan pelaku. (kompas.com/Nabilla Tashandra)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved