Belasan Pedagang Pasar Genuk Mengadu ke DPRD Kota Semarang, Ini Keluhan Mereka

Belasan Pedagang Pasar Genuk Mengadu ke DPRD Kota Semarang, Ini Keluhan Mereka

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Belasan pedagang Pasar Genuk, Semarang beraudiensi dengan Komisi B DPRD Kota Semarang di ruang rapat Komisi B DPRD, Selasa (15/11).

Mereka meminta Dinas Pasar melakukan pembetonan depan pasar dan mengembalikan lahan pasar yang dijadikan jalan agar bisa digunakan untuk berjualan.

Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Pasar Genuk, Sri Suryanti mengatakan rob dan hujan membuat jalan depan maupun belakang pasar menjadi tergenang cukup tinggi.

"Jalan sangat penting untuk kelancaran perekonomian pedagang. Jika jalan tergenang rob cukup tinggi tiap hari, pembeli tidak mau masuk," ujarnya.

Pedagang, kata Sri, secara swadaya melakukan pengurukan untuk jalan depan pasar. "Kami sudah menghabiskan uang untuk 40 dum padas urug plus tenaga. Pengurukan depan pasar berlangsung lancar tapi di belakang pasar tidak diijinkan oleh oknum yang mengaku warga. Kalau itu bukan tanah pasar, padahal itu merupakan lahan pasar," ujarnya.

Sri mengatakan pedagang juga meminta jalan belakang pasar dikembalikan ke lahan pasar agar bisa untuk berjualan dan menjadi akses pedagang masuk lewat belakang. "Ada oknum berinisial A yang meminta pungutan Rp 1.500 tiap pedagang yang lewat. Katanya itu jalan warga, tapi malah dimanfaatkan untuk parkir," ujarnya.

Selain dua tuntutan tersebut, Sri berharap Dinas Pasar tidak menaikkan pedagang sayur dan palawija ke lantai dua. "Sekitar 90 persen pedagang wanita yang sudah renta. Kondisi tangga sangat tinggi. Kasihan kalau naik apalagi bawaannya berat," ujarnya.

Sri mengatakan ada sekitar 200 pedagang yang akan dipindahkan ke lantai dua. "Kalau dipindahkan semua tidak cukup. Kalau diberi lapak 1x1 meter persegi ya mungkin cukup, tapi apa tidak kasihan masak kami harus berjualan dengan ukuran segitu," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Hanik Khoiru Sholikah akan berusaha membantu mencari solusi untuk pedagang Pasar Genuk. Hanik melihat ada aksi premanisme di sekitar pasar dan ia akan segera menghilangkannya dengan bantuan aparat kepolisian.

"Sebelumnya jalan belakang selebar empat meter dipinjam pakai untuk kemudahan perluasan sebuah masjid. Kondisinya perluasan masjid sudah selesai maka seharusnya dikembalikan lagi. Namun kemudian ada oknum yang memanfaatkan, kemudian menyulitkan aktivitas pedagang," ujarnya.

Hanik akan memanggil pihak Dinas Pasar, Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP), camat, lurah, RT, RW, LPMK hingga takmir masjid untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan ini. "Jalan belakang rencana akan dibangun jalan sesuai rencana DTKP. Makanya DTKP akan kami panggil terkait rencana pembuatan jalan. Dan dengan duduk bersama kami harap menemukan solusi," ujarnya. (*)

Penulis: galih permadi
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved