Panen Raya, Produktivitas Bawang Merah di Brebes Justru Menurun
Ada ribuan hektare sawah yang dipanen di wilayah sentra produksi bawang di dua kecamatan tersebut
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Petani bawang merah di Kecamatan Wanasari dan Larangan Kabupaten Brebes tengah panen raya. Ada ribuan hektare sawah yang dipanen di wilayah sentra produksi bawang di dua kecamatan tersebut.
Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonensia (ABMI) Juwari, mengatakan para petani mulai panen raya pekan ini. Otomatis, panen raya berdampak pada harga bawang di tingkat petani lantaran pasokan bertambah.
"Semula harganya sekitar Rp 26 ribu hingga Rp 30 ribu perkilogram. Namun, saat ini turun menjadi Rp 20 hingga Rp 23 ribu perkilogram," kata Juwari, Kamis (17/11/2016).
Meskipun demikian, terkait tingginya harga bawang merah di tingkat konsumen di daerah lain, ia mengatakan lantaran banyak petani di daerah lain yang belum memulai panen raya. Sehingga, pasokan terbatas.
Seperti diketahui, harga bawang merah di tingkat konsumen di daerah lain, misalnya di Yogyakarta dan sekitarnya masih tinggi. Harga bawang merah di daerah tersebut berkisar Rp 40-45 ribu perkilogram.
"Panen raya belum merata, masih ada daerah penghasil bawang merah yang belum panen. Meskipun ada, paling hanya satu atau dua hektare," ujarnya.
Kendati demikian, produktivitas tanaman pada panen raya kali ini menurun dibandingkan sebelumnya. Dalam kondisi normal, produktivitas tanaman dalam satu hektare menghasilkan 10 ton bawang merah. Kali ini hanya sekitar 7 ton perhektare. Turun sekitar 30 persen.
Menurutnya, ada sejumlah faktor turunnya produksi, diantaranya cuaca. Hujan yang turun terus menerus mengakibatkan tanaman mudah terserang penyakit semisal busuk umbi dan bercak daun.
Sementara, petani bawang merah asal Desa Jagalempeni, Kecamatan Wanasari, Ayub Saktiyani (52) mengamini bahwa produktivitas petani pada panen raya kali ini menurun.
"Panen kali ini memang menurun, perhektarenya hanya 8 ton, biasanya bisa sampai 10 ton," kata Ketua Kelompok Tani Mulya Makmur itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bawang-merah_20161117_181509.jpg)