Bencana Alam
Penjelasan BMKG Terkait Gempa Yogyakarta dan Jatim
Dampak gempabumi berupa guncangan dirasakan di Yogyakarta, seluruh wilayah Jawa Timur, Bali, dan Lombok. Guncangan paling kuat dirasakan di Malang
Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN -- Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono mengabarkan gempabumi tektonik mengguncang wilayah Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan Lombok, Rabu (16/11/2016) malam sekira pukul 22.10 WIB.
Dikatakan Daryono, gempa berkekuatan 5,8 skala Richter itu berpusat di cekungan busur muka (fore arc basin) Samudra Hindia pada jarak 165 kilometer arah tenggara Kota Malang. Kedalaman gempa sekira 91 kilometer.
"Dampak gempabumi berupa guncangan dirasakan di Yogyakarta, seluruh wilayah Jawa Timur, Bali, dan Lombok. Guncangan paling kuat dirasakan di Malang, Karangkates, Kepanjen, Lumajang, dan Jember, dalam skala intensitas II SIG BMKG (IV MMI)," ujar Daryono.
Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, lanjut Daryono, gempabumi ini merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng.
Dalam hal ini yakni Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia dengan laju sekitar 70 milimeter per tahun mengalami deformasi batuan di zona Benioff pada kedalaman 91 kilometer hingga memicu terjadinya gempabumi.
"Ciri gempabumi berkedalaman menengah semacam ini memiliki spektrum guncangan yang luas, sehingga wajar jika gempabumi ini dirasakan hingga Yogyakarta dan Lombok," paparnya.
Hasil monitoring BMKG hingga pukul 23.00 WIB terjadi satu kali aktivitas gempabumi susulan dengan kekuatan M=4,3.
Daryono mengimbau masyarakat pesisir pantai selatan Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Lombok agar tetap tenang, karena gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/inilah-lokasi-gempa-di-malang_20161116_231710.jpg)