Kata-kata Terakhir Paling Aneh Yang Diucapkan Terpidana Sebelum Dieksekusi

Tentu saja kita akan merasa aneh jika harus mengetahui beberapa kata yang akan kita ucapkan berikutnya akan menjadi kata-kata terakhir kita.

Kata-kata Terakhir Paling Aneh Yang Diucapkan Terpidana Sebelum Dieksekusi
http://gbcghana.com
ILUTRASI 

TRIBUNJATENG.COM - Tentu saja kita akan merasa aneh jika harus mengetahui beberapa kata yang akan kita ucapkan berikutnya akan menjadi kata-kata terakhir kita.

Namun, pada kenyataannya, itulah yang dihadapi para terpidana mati, saat mereka berhadapan dengan para algojo yang bersiap mengakhiri hidup mereka.

Tentu saja ada beberapa kalimat “klise” seperti: “Saya minta maaf untuk semuanya”, “saya tidak berencana untuk berakhir seperti ini”, atau “selamat tinggal dunia”.

Namun ada pula yang memilih kata-kata yang terbilang aneh sebagai kata-kata terakhir mereka sebelum dihukum mati. Berikut ini beberapa contohnya:

"Prajurit, Tembak!" oleh Michael Ney

Michael Ney
Michael Ney

Michel Ney yang dikenal sebagai Marshal Ney, adalah seorang prajurit Perancis dan komandan militer selama Perang Revolusi Perancis dan Perang Napoleon.

Ketika Napoleon dikalahkan, digulingkan, dan diasingkan untuk kedua kalinya pada musim panas 1815, Ney ditangkap pada 3 Agustus 1815.

Pada November, pengadilan militer menyatakan dirinya tidak kompeten.

Kemudian ia divonis pada 4 Desember 1815 karena pengkhianatan oleh Chamber of Peers.

Pada 6 Desember 1815, ia dihukum, dan dieksekusi oleh regu tembak di Paris dekat Luxembourg Garden pada tanggal 7 Desember 1815.

Halaman
1234
Editor: galih pujo asmoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved