Liputan Khusus

Agus Kaget Lihat Kodok di Toilet Kedungombo. Menyedihkan, Potensi Wisata Waduk Belum Digarap

Agus Terbelalak Lihat Kodok di Toilet Kedungombo. Menyedihkan, Potensi Wisata Waduk Belum Digarap

Editor: iswidodo
tribunjateng/bakti buwono
Objek wisata Waduk Kedungombo di Grobogan Jateng belum tergarap POTENSI WISATA - Suasana Waduk Kedungombo di Desa Rambat, Kecamatan Gundih, Kabupaten Grobogan beberapa waktu lalu. Potensi pendapatan daerah dari sektor wisata belum digarap serius. 

TRIBUNJATENG.COM- Jawa Tengah saat ini memiliki 41 waduk. Tiga di antaranya kategori baru, yaitu Panohan, Grawan, dan Jatibarang. Sayang potensi dari beberapa waduk di Jateng masih belum digarap serius.

Agus (34) warga Parakan, Temanggung, langsung mengumpat saat melihat kodok di toilet Obyek Wisata Kedungombo, Grobogan, belum lama ini. Ia langsung berpindah ke tempat lain untuk buang air kecil. "Sampai kamar lain juga kotor. Lumutan baknya," katanya jengkel.

Ia bercerita baru pertama kali ke waduk Kedungombo bersama saudara-saudaranya. Melihat pemandangan waduk, ia mengaku terkesan.

Tempat untuk melihat panorama waduk terbesar di Jateng itu cukup representatif. Ada beberapa tempat duduk kecil yang langsung menghadap ke waduk.

Hamparan waduk tampak indah. Beberapa muda-mudi terlihat asyik menghabiskan waktu di waduk. "Tapi toiletnya jorok. Itu yang bikin mood ilang," ucapnya.

Agus menyayangkan wisata waduk Kedungombo di Grobogan tidak lengkap. Hanya ada tempat untuk melihat panorama, tempat kuliner ikan bakar nila dan tiga perahu wisata.

Tidak ada fasilitas lain misal panggung pertunjukan atau speed boat seperti di rumah makan Apung di wilayah Boyolali.

Meski begitu, pengunjung Waduk Kedungombo di wilayah Grobogan makin sore makin ramai. Mobil berpelat luar Kabupaten Grobogan berdatangan jelang sore. Tetesan air hujan sore itu tidak menyurutkan pengunjung menikmati waduk Kedungombo.

Sejumlah siswa SMK Negeri 1 Gesih Sragen sibuk mengabadikan suasana Waduk Kedungombo di sisi Kabupaten Grobogan belum lama ini. Mereka mendapat tugas membuat film dokumenter dari Waduk Kedungombo.

"Kalau di sini (Grobogan) sebenarnya pemandangannya bagus. Tapi tidak ada fasilitas wisatanya, kalau di sisi Boyolali ada," kata Pravita mahardhani (16) siswa SMKN 1 Gesih Sragen itu.

Ia kagum dengan keindahan waduk Kedungombo. Apalagi ketika tahu bahwa waduk tersebut merupakan waduk terbesar di Jawa Tengah.

Vita, sapaan akrabnya, berujar dari sisi sarana prasarana sangat terawat. Tapi diri sisi wisata menurutnya masih kurang.

"Tadi sempat ngobrol sama penjaga sini katanya kalau di sini (Grobogan) engga bisa tambah (fasilitas wisata) karena milik pemerintah," ujarnya.

Sepengetahuannya, tempat wisata di waduk Kedungombo adalah rumah Apung (masuk Boyolali). Di sana,pengunjung bisa menikmati rumah makan atas danau hingga naik speed boat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved