Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jelajah Museum dan Sejarah

Para Raja pun Pesan Keris di Padepokan Ini, Lama Pembuatan Bisa Sampai Satu Tahun, Begini Prosesnya

Tahap terakhir ialah dibuat pamor, atau lekukan-lekukan hingga motif keris yang dipesan oleh Empunya

Tayang:
Editor: muslimah
Tribun Jateng/Irzal Adiakurnia
Proses pembuatan keris di Padepokan Brojobuono 

TRIBUNJATENG.COM - Keris, pusaka yang satu ini sangat bernilai historis di Indonesia. Tak heran berbagai raja di Nusantara bahkan hingga presiden memiliki koleksi keris yang sangat bernilai.

Jika Anda penasaran dengan proses pembuatan keris yang hanya ada di Indonesia, bisa berkunjung ke Padepokan Brojobuwono di Wonosari, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Pdepokan Brojobuono
Pdepokan Brojobuono

“Di sini keris dibuat ada yang mulai dari pasir besi, ada juga yang sudah jadi lempengan, hingga menjadi pusaka yang sangat tinggi,” ujar Kristanto, salah satu pembuat keris di Padepokan Brojobuwono saat kunjungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah, pada Minggu (13/11/2016).

Proses pembuatan keris harus menggunakan kayu jati sebagai bara apinya untuk mendapatkan suhu maksimum 1.500 derajat selsius.

Diruang gelap nan panas, terlihat panjak (asisten pembuat keris) Kristanto, Sardi, Made Subrata, dan Alex sedang bergelut dengan besi-besi panas.

Tribun Jateng sempat merangkum proses pembuatan keris yang memakan waktu  tiga hingga enam bulan. Namun, jika bermula dari pasir besi bisa sampai memakan wakti satu tahun untuk satu keris.

Cara Membuat Pusaka Keris Khas Indonesia di Padepokan Brojobuono
Proses pembuatan keris di Padepokan Brojobuono

Material yang digunakan ialah besi, dan nikel. Namun jika ingin kualitasnya bagus, atau pesanan raja, menggunakan emas, hingga batu meteorit.

Tahap pertama, besi di pipihkan dengan panas api sekitar 1.000 derajat selsius.

Tahap kedua, lempengan besi tersebut ditentukan lipatan-lipatannya untuk membuat lapisan besi. Total lapisan terbanyak di padepokan ini bisa mencapai satu juta lipatan.

Selanjutnya, disatukan dengan lapisan zat lain seperti nikel atau emas dan pesanan lainnya.

Tahap ke empat, beberapa zat tersebut dilebur dan di pipihkan sehingga tidak terlihat lapisan lagi, ini disebut saton.

Setalah itu, saton dibentuk menjadi seperti jarum jam, atau semi pedang. Setelah itu diberikan baja keras di tengah sebagai sumbunya. Teknik ini akrab disebut “nyelorok”. Sumbu baja di tengah sangat menentukan kekuatan keris.

keris

Tahap selanjutnya, dibuat gonjo-nya, atau perbatasan antara keris dan pegangannya.

Tahap terakhir ialah dibuat pamor, atau lekukan-lekukan hingga motif keris yang dipesan oleh Empunya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved