LIPUTAN KHUSUS

Surganya Kuliner Ikan Air Tawar Ternyata di Sini, Ikuti Rute Ini Menuju Waduk Kedungombo

Surganya Kuliner Ikan Air Tawar Ternyata di Sini, Ikuti Rute Ini Menuju Waduk Kedungombo

Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/BAKTI BUWONO
Surganya Kuliner Ikan Air Tawar Ternyata di Sini, Ikuti Rute Ini Menuju Waduk Kedungombo di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah 

TRIBUNJATENG.COM - Awan mendung disertai rintik-rintik hujan mewarnai waduk Kedungombo, Kamis (17/11) siang. Terlihat tiga muda-mudi tengah asik bercanda gurau sambil menikmati ikan nila bakar di warung makan tepian sungai.

Satu dari mereka bernama Afni Purwanti (19), wanita warga Desa Kedungrejo, Boyolali itu sengaja menyempatkan singgah di Gedungombo untuk menikmati keheningan waduk. Tak lupa ikan nila bakar yang menjadi ciri khas destinasi setempat ia cicipi.

"Ikan nila bakarnya murah. Selain itu rasanya juga enak. Bikin rindu, jadi kalau berkunjung ke sini tidak menyantap makanan ini rasanya ada yang kurang," kata Afni yang sudah tiga kali berkunjung ke Waduk Kedungombo itu.

objek wisata kedungombo di grobogan belum tergarap
Objek wisata Waduk Kedungombo di Grobogan Jateng belum tergarap

Untuk satu porsi ikan nila bakar, lengkap dengan lalapan, sambal, nasi putih dan es teh manis hanya dibandrol Rp 20 ribu. Afni menilai harga segitu termasuk murah bahkan dua hingga tiga kali lebih ekonomis dibanding tempat tinggalnya. "Ikan nila bakarnya juga besar-besar, dagingnya banyak. Nggak rugi deh," imbuhnya.

Selain menikmati ikan nila bakar waduk Kedungombo, Afni bersama dua temannya lain juga menyempatkan berfoto selfie memanfaatkan background bentangan waduk terbesar di Jawa Tengah itu.

Hanya saja ia menyarankan agar pengelola lebih bekerja keras untuk menghidupkan suasana. Pasalnya, ia merasa tidak banyak perubahan di waduk setelah berkali-kali mengunjungi tempat itu.

"Seperti tahun 2014 lalu ke sini juga kondisinya sama banyak sampah-sampah di pinggiran sungai membuat suasana waduk jadi terkesan kotor. Menurutku perlu diadakan pertunjukan pentas seni, wayang, dan lain sebagainya agar lebih hidup dan ramai," imbuhnya.

Cukup bayar Rp 4.000

Perjalanan menuju waduk Kedungombo di Desa Rambat Kecamatan Gundih, Kabupaten Grobogan tidak sulit. Jaraknya hanya sekitar 30 kilometer. Sesampainya di Kota Purwodadi, cari jalan ke arah Solo.

Sekitar 12 kilometer dari alun-alun Purwodadi arah Solo, terdapat papan petunjuk menuju Waduk Kedungombo. Arah menuju waduk sekitar 18 Km dari petunjuk papan petunjuk pertama.

Akses jalan menuju waduk sudah beraspal dan berkelok-kelok. Akses jalan melewati hutan. Mayoritas jalan masih dalam keadaan bagus. Jalan rusak hanya di beberapa titik.

Sesampainya di petunjuk kedua, pengunjung sudah masuk desa Rambat. Sebelum ke pintu masuk waduk, pengunjung disuguhi pemandangan bendungan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air.

waduk-kedungombo
Waduk Kedungombo

Sebelum sampai ke gerbang Waduk Kedungombo terdapat pertigaan. Arah kiri merupakan pintu objek wisata Waduk Kedungombo Grobogan.

Belokan ke kanan menuju wana wisata Rumah Makan Apung yang masuk wilayah Boyolali. Di Rumah Makan Apung, selain rumah makan di atas danau terdapat juga speed boat. Tapi, akses jalan menuju rumah makan apung masih rusak.

Biaya masuk ke Obyek Wisata Waduk Kedungombo Rp 4.000 per orang. Kemudian biaya parkir mobil Rp 5.000 dan sepeda motor Rp 2.000.

Kuliner khas yang ada di Waduk Kedungombo yaitu ikan bakar. Jenis ikan yang paling banyak dijual adalah nila bakar asli Waduk Kedungombo. (tribunjateng/cetak)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved