Dishubkominfo Anggarkan Rp 3,7 Miliar untuk Mobil Wisata ke Menara dan Makam Sunan Kudus

Dishubkominfo Anggarkan Rp 3,7 Miliar untuk Mobil Wisata ke Menara dan Makam Sunan Kudus

Dishubkominfo Anggarkan Rp 3,7 Miliar untuk Mobil Wisata ke Menara dan Makam Sunan Kudus
tribunjateng/dok
Suasana keramaian di komplek Menara dan Makam Sunan Kudus 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kepala Dishubkominfo Kudus, Didik Sugiharto, mengatakan pihaknya menganggarkan Rp 3,7 miliar untuk realisasikan rencana Bupati Kudus, Muthofa, mengganti becak dan ojek dengan mobil wisata.‎

Menurut dia, anggaran sebesar itu akan digunakan untuk pengadaan 15 unit mobil wisata, gaji pengemudi, dan bea perawatan selama setahun.

"Nanti kan sopirnya diambilkan dari tenaga outshorcing," ujar dia. Ditambahkan, satu unit mobil wisata akan diawaki oleh satu orang; pengemudi, ujarnya Selasa (22/11).

MASJID MENARA KUDUS SETELAH PEMUGARAN
MASJID MENARA KUDUS setelah pemugaran

Masih menurut Didik, kendati gaji tenaga pengemudi telah dianggarkan, para peziarah yang menumpang mobil wisata ini tetap akan ditarik karcis, seharga Rp6 ribu/orang. Dikatakan, uang hasil dari penjualan karcis penumpang itu akan disetrokan ke kas daerah.

"Penumpang ya tetap bayar, sebagai biaya penggunaan kekayaan daerah (PKD)," terangnya.
Ditambahkan, mobil wisata itu nanti akan beroperasi selama 24 jam. Sehingga, jika satu shift jam kerja berdurasi delapan jam, maka akan ada tiga shift. "Artinya, tenaga untuk pengemudi secara keseluruhan ada 45 orang," imbuhnya.

Disinggung mengenai jumlah pengojek dan pengayuh becak yang selama ini beroperasi di terminal wisata dan juga komplek Menara, menurut Didik, berkisar 800 orang. "Ini kan proses penganggaran belum selesai. Nanti kalau sudah fix semua, kita sosialisasikan ke mereka," ujarnya.

Sego Jangkrik di Buka Luwur Makam Sunan Kudus
Sego Jangkrik di Buka Luwur Makam Sunan Kudus

Menurut Didik, rencanaya para pengayuh becak dan pengojek memang akan digeser ke pinggiran. "Kita nanti coba koordinasikan dengan pasar-pasar juga, bisa gak mereka digeser ke situ. Tujuannya ini memang selain mengurangi kepadatan lalu lintas, juga untuk membikin peziarah lebih nyaman," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Kudus, Musthofa, menginginkan agar moda transportasi di terminal wisata Bakalan Krapyak, yang selama ini didominasi ojek dan becak, diganti dengan mobil wisata. Menurut dia, dengan keberadaan mobil wisata ini, akan membuat peziarah Makan Sunan Kudus makin nyaman.

Diketahui, selama ini bus wisata dengan tujuan Menara dan Makam Sunan Kudus berhenti di terminal wisata Bakalan Krapyak, yang berjarak kurang lebih 2,5 kilometer dari objek tujuan. Dari terminal wisata, para peziarah biasanya naik ojek atau becak, menuju Menara dan Makam Sunan Kudus. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved