INI RAHASIA Kenapa Penis dan Tanduk Rusa Harganya Nggak Masuk Akal

INI RAHASIA Kenapa Penis dan Tanduk Rusa Harganya Nggak Masuk Akal. Peternak rusa di Australia kewalahan layani permintaan

INI RAHASIA Kenapa Penis dan Tanduk Rusa Harganya Nggak Masuk Akal
youtube
Penangkaran rusa di Bogor 

TRIBUNJATENG.COM - Peternakan rusa di Australia kewalahan melayani pesanan. Hal ini, tak lain dan tak bukan, disebabkan oleh banyaknya pesanan dan permintaan penis rusa, dan bagian tubuh lainnya, sebagai bahan obat-obatan. Benar, penis rusa dianggap bisa menyembuhkan disfungsi seksual.

Jill dan Michael Vella selama ini menangkarkan rusa jenis fallow (Dama dama) dan rusa merah (Cervus elaphus) di kawasan Koonwarra, di selatan Gippsland, sekitar 140 kilometer dari Ibu Kota negara bagian Victoria, Melbourne. Pasangan suami istri ini sudah beternak rusa selama 30 tahun lebih, dan saat ini menjual daging rusa ke beberapa restoran di Melbourne.

Selama ini, mereka menganut prinsip tidak mau menyianyiakan bahan yang ada. Dan ketika ramai permintaan penis rusa, mereka pun menyambutnya dengan tangan sangat terbuka.

“Kami memastikan bahwa mereka hidup dengan baik dan kemudian memotong mereka dengan cara yang manusiawi,” ujar Jill. “Kami bersyukur bisa memelihara dan mendapat manfaat dan berusaha untuk memanfaatkannya secara maksimal.”

Ia menambahkan bahwa sebagian besar organ tubuh rusa itu dijual ke China. Tanduk rusa dijual untuk mereka yang kekurangan kalsium, tendon untuk minuman kesehatan, dan penis rusa yang dikeringkan untuk kekuatan seksual.

“Penis rusa adalah viagra bagi warga China, untuk obat kesehatan seksual,” tambah Jill. “Dan sebenarnya ketika viagra tersedia luas, tidak ada lagi yang mau membeli penis rusa ini, namun sekarang permintaan meningkat lagi.”

Karena saking banyaknya permintaan, Jill dan suaminya bahkan sampai harus mendatangkan rusa dari negara tetangga, Selandia Baru.

Jill Vella mengatakan, permintaan sekarang begitu meningkat sehingga dia kadang harus mengimpor bagian tubuh rusa ini dari Selandia Baru. “Permintaan tinggi, sangat mahal, dan kami menjualnya ke seluruh Australia,” tambahnya.

Sayangnya, Jill dan suaminya belum bisa memotong rusa-rusa ini sendiri, melainkan harus dibawa ke rumah pemotongan hewan di Camperdown. Jauhnya 670 km dari peternakan mereka. Kondisi ini tentu saja sedikit merepotkan bagi pasangan suami-istri ini.

Rahasia kesuksesan beternak rusa Jill dan Michael adalah kemampuan mereka memanfaatkan bagian-bagian yang dipandang sebelah mata oleh peternak lain. Seperti tanduk, tendon, dan alat vital rusa itu sendiri. Kabarnya, deer velvet alias bagian tulang yang ada di sekitar tanduk rusa harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Jika hanya mengandalkan menjual daging, bisa dipastikan Jill tidak akan mendapatkan kesuksesan sebesar sekarang. Dibanding daging kambing atau kambing sapi, ujar Presiden Asosiasi Industri Ternak Rusa Australia Andrewa McKinnon, harga daging rusa tidak ada apa-apanya. Ketika harga daging lainnya merangkak naik, harga daging rusa masih di situ-situ saja. (kompas.com)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved