Warga Menolak Jalannya Dilintasi Alat Berat Pembangunan Apartemen, Kemudian Ini yang Terjadi

Warga Menolak Jalannya Dilintasi Alat Berat Pembangunan Apartemen, Kemudian Ini yang Terjadi

Warga Menolak Jalannya Dilintasi Alat Berat Pembangunan Apartemen, Kemudian Ini yang Terjadi
tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas
Warga Menolak Jalannya Dilintasi Alat Berat Pembangunan Apartemen. Satpol PP gunakan alat berat untuk bongkar portal dan dinding sekuriti di Jalan Diponegoro Kota Semarang, Rabu 23 November 2016. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Satpol PP Kota Semarang melakukan bongkar paksa portal berupa pagar besi di Jalan Diponegoro No 34 Kelurahan Tegalsari Kecamatan Candisari Kota Semarang, Rabu (23/11). Satpol PP menganggap portel tersebut menyalahi aturan.

Sebelumnya, warga RT 1 RW 10 menolak eksekusi portal jalan tersebut dengan alasan portal tersebut dibangun oleh warga untuk melindungi dan menciptakan keamanan bagi warga setempat. Namun setelah terjadi dialog antara warga dengan petugas Satpol PP, kemudian Satpol PP mengerahkan alat berat untuk bongkar portal dan dinding pembatas di pos satpam di jalan tersebut.

alat berat bongkar portal warga di jalan diponegoro
Warga Menolak Jalannya Dilintasi Alat Berat Pembangunan Apartemen. Satpol PP gunakan alat berat untuk bongkar portal dan dinding sekuriti di Jalan Diponegoro Kota Semarang, Rabu 23 November 2016.

Dalam pembongkaran tersebut tidak terjadi kontak fisik. Warga jalan Diponegoro Tun Paksi Sareharto mengatakan saat pembangunan apartemen tower B dan C warga RT 01 Rw 10 tidak dimintakan persetujuan Analisi Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Proyek itu adalah pembangunan proyek Candi Land.

"Dari 15 Kk tidak dimintai tanda tangan dan tidak ada sosialisasi Amdal," kata Tun. Awalnya warga diam atas pembangunan Apartemen tersebut. Namun pembangunan tersebut dilakukan hampir 24 jam.

"Kalau hampir Subuh berhenti. Pembangunan dilakukan pagi hingga malam. Kami juga komplain ke Walikota," ujarnya.

Menurut Tun dalam klausa Amdal menyebutkan bahwa pembangunan dilakukan hingga pukul 21.00. Setelah warga melakukan komplain pihak pengembang mematuhi pembangunan berhenti pukul 21.00. Kemudian warga komplain lagi kepada pihak kontraktor. Akhirnya warga diberikan kompensasi sejumlah Rp 4 Juta per KK.

"Kalau di Rw 02 Rp 1, 5 juta. Tapi kami masih minta kompensasi Tower Crain namun belum dipenuhi," ujarnya.

satpol kota semarang bongkar portal warga
Warga Menolak Jalannya Dilintasi Alat Berat Pembangunan Apartemen. Satpol PP gunakan alat berat untuk bongkar portal dan dinding sekuriti di Jalan Diponegoro Kota Semarang, Rabu 23 November 2016.

Ia menuturkan pihak Apartemen akan membangun satu tower yaitu tower A terletak di belakang Rt 01. Namun pihak kontraktor mencari jalan akses untuk pembangunan tower tersebut. "Awalnya lewat jalan Tambora namun warga berkeberatan. Akhirnya memutuskan lewat jalan sini,"ujarnya.

"Mereka bilang sudah ada izin Pemkot untuk memasukkan alat berat. Namun setelah diminta bisa menunjukkan. Malamnya juga diskusi dengan pihak pengembang. Tapi draft tidak dibuat hingga sekarang," tuturnya.

Kuasa Hukum RT 01 Rw 10, Rizka Abdullah menuturkan warga telah diberi surat perintah untuk pembongkaran portal. Surat tersebut berisikan 3 X 24 jam warga wajib melepas portal tersebut.

"Padahal portal tersebut yang mendirikan warga dan untuk melindungi warga RT 01 Rw 10," tuturnya.

Selaku kuasa hukum sangat menyesalkan sikap arogansi dari Satpol PP yang membela kepentingan pihak apartemen. "Candi Land hanya punya satu akses jalan untuk dilewati alat berat guna membangun tower. Karena melewati jalan Tambora ditolak dan lewat Jalan lain ditolak.," terangnya.

"Sosialisasi penggunaan jalan tidak pernah ada. Jalan tersebut dipelihara Rt 01/ RW 10 dan tidak ada andil dari pemerintah kota Semarang untuk memperbaiki," tuturnya. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved