Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Antasari Bebas

Kalau Saya Punya Kewenangan Hari Ini Sudah Kubongkar Semua

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar memilih untuk mengendapkan diri dulu sebelum menuntaskan pengungkapan kasu

Editor: iswidodo
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
BEBAS BERSYARAT- Mantan Ketua KPK Antasari Azhar memberikan konferensi pers usai keluar dari Lapas Klas I Tangerang, Banten, Kamis (10/11/2016). Antasari Azhar mendapat pembebasan bersyarat menjalani hukuman penjara selama 6 tahun karena disebut menjadi otak pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar memilih untuk mengendapkan diri dulu sebelum menuntaskan pengungkapan kasus yang dimulai saat dia masih memimpin KPK silam.

"Kalau tanya itu berarti pertanyaan itu untuk tiga bulan lagi. Sekarang saya lagi istirahat, bayar nazar ziarah orangtua, ke leluhur saya. Itu dulu saya laksanakan. Setelah itu Januari saya mau umrah. Setelah umrah baru kita bicara itu. Terlalu dini kita bicara itu sekarang," kata Antasari usai syukuran di Hotel Grand Zuri, BSD City, Tangerang Selatan, Sabtu (26/11).

Kemarin, Antasari merayakan kebebasannya setelah tujuh tahun enam bulan berada di balik dinding bui. Dorongan muncul agar Antasari bisa mengungkap kebenaran terkait kasus yang membuatnya dipenjara, yakni kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen.

Tiga bulan usai hari bebas bersyarat, ia digunakan untuk menyusun langkah membongkar kasusnya. Dia mengaku tak takut untuk mengungkap kebenaran. "Saya takut sama siapa? Saya sudah menjalani tujuh tahun enam bulan loh. Apa yang saya takutkan? Cuma nanti ada waktunya. Kita perlu taktik, perlu strategi," kata Antasari.

Taktik jitu perlu dia rumuskan supaya tak gagal di tengah jalan. Soalnya kekuatan dia bukanlah kekuatan istimewa di mata hukum. Dia hanya akan menjalankan pengungkapan kasus sesuai koridor hukum. "Dan satu hal, kalau saya punya kewenangan hari ini, mungkin sudah saya bongkar. Tapi saya tidak punya kewenangan. Kita harus melalui lembaga yang formal. Kalau lembaga formal itu tidak mau? Kita harus melalui upaya lagi, pelan‑pelan dong. Ibaratnya mencari jarum di jerami itu," kata Antasari.

Wapres Jusuf Kalla (JK) yang hadir dalam acara syukuran yang ia gelar, mendorong agar kebenaran harus diungkap. Antasari merasa mendapat dukungan dari elite pemerintahan. "Support maksimal mereka. Cuma pada akhirnya kan saya yang harus buka. Biarlah proses itu nanti yang membuka," kata Antasari.

Mantan Jaksa Agung Basrief Arief mengatakan Antasari Azhar yang akan membuktikan kejanggalan dalam kasus yang sudah menyeretnya ke penjara. "Kasusnya dia itu masih ada catatan‑catatan. Catatan‑catatan itu biarlah saya yang akan membuktikan," ujar Basrief Arief menirukan pernyataan Antasari Azhar.

Basrief Arief sendiri mengaku dirinya tidak mempunyai kapasitas memberikan saran kepada Antasari. "Sudah disampaikan Pak Antasari sendiri, biarkan dia sendiri yang ungkapkan seperti apa. Saya tidak dalam kapasitas memberi saran," ujar Basrief Arief.

Basrief Arief juga menilai bahwa Antasari Azhar merupakan sosok yang pemberani. Keberaniannya itulah yang akan mendorong Antasari Azhar untuk menguak sejumlah kejanggalan dalam kasusnya. "Ya jelas, orang Palembang mana ada yang penakut," tutur Basrief Arief. (tribunjateng/cetak/tribun/nic)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved