Kecelakaan di Laut

Melihat Celana Training Itu Keluarga Andre Yulianto Tak Bisa Menahan Tangis

Satu korban kecelakaan laut di perairan Tuban, pada Sabtu (19/11) kemarin, Andre Yulianto (17) warga Kudus ditemukan dalam kondisi...

Melihat Celana Training Itu Keluarga Andre Yulianto Tak Bisa Menahan Tangis
tribun/yayan
Satu korban kecelakaan laut di perairan Tuban, pada Sabtu (19/11) kemarin, Andre Yulianto (17) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Satu korban kecelakaan laut di perairan Tuban, pada Sabtu (19/11) kemarin, Andre Yulianto (17), warga Jalan Sewonegoro Gang 7 No. 5, Desa Kauman RT 01 / RW 10, Kecamatan Jekulo, ditemukan. Korban ditemukan oleh petugas SAR gabungan pada Jumat (25/11), dengan jarak sekitar dua mil dari lokasi kejadian.

Isak tangis keluarga korban tak terbendung saat mobil ambulance yang mengangkut jenazah Andre Yulianto tiba di rumah duka, pada Sabtu (26/11) malam. Kedua orangtua korban, pasangan Tri Mulyono - Yuliati, tampak syok dan terus meneteskan air mata.

Bahkan, peti jenazah korban hendak diberangkatkan ke pemakaman, terdapat anggota keluarga korban yang tak kuat menahan tangis, hingga akhirnya pingsan. Malam itu juga, jasad korban dimakamkan di pemakaman desa setempat.

Satu korban kecelakaan laut di perairan Tuban dimakamkan di kudus
Satu korban kecelakaan laut di perairan Tuban, pada Sabtu (19/11) kemarin, Andre Yulianto (17) asal Kudus ditemukan dan dibawa serta dimakamkan di Kudus

Pimpinan Pondok Darul Falah, Jekulo, KH. Badawi Basyir dan adiknya KH. Jazuli Basyir hadir di acara pemakaman jenazah. Bahkan, KH Badawi didaulat keluarga untuk memberi sambutan pelepasan jenazah korban.

"Semoga almarhum khusnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Semua ini sudah menjadi ketentuan Allah SWT," tuturnya.

Paman korban, Tubagus Muslimin, mengatakan keluarga mengetahui penemuan jenazah korban pada Sabtu pagi, sekitar 06.30. Kala itu, keluarga melihat video dari sebuah media sosial, yang menayangkan penemuan itu.

Menurut Tubagus, keluarga yakin itu adalah jasad Andre, lantaran melihat celana training yang dikenakan korban bertuliskan 'MTs NU Nurul Ulum'. "Kami yakin itu Andre melalui celana traning warna hijau. Itu celana training almamater sekolah yang sering dikenakan Andre," ucapnya.

Usai yakin itu adalah jasad ketiga dari empat bersaudara, keluarga kemudian langsung meluncur ke Tuban, untuk mencari informasi lebih lanjut. "Sesampainya di sana, setelah melalu pemeriksaan juga kemudian dapat dipastikan itu memang Andre," tandasnya.

Berdasar cerita yang ia dapat, sambung dia, jasad Andre ditemukan oleh petugas SAR gabungan dan juga petugas Kesatuan Penjaga Laut dan Pelabuhan (KPLP) Tuban, bersama jaring milik KM. Mulya Jati, pada Jumat (25/11) sekitar pukul 10.30. Jasad korban kemudian dievakusi Kapal KN 225 milik Basarnas sebelum diserahkan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim dan dibawa ke RSUD dr. Koesma Tuban sore harinya.

Kepala Desa Jekulo, Idris, menambahkan ia turut mendampingi keluarga menjemput jenazah korban di Tuban. Selain dirinya, paman korban Sarbini dan Tubagus Muslimin, kakak korban Ari Yulianto, serta didampingi anggota Kodim Serda Suyanto dan Babinkamtibmas Jekulo Aiptu Mukayin.

"Rombongan yang menjemput jenazah korban ada delapan orang," imbuhnya.

Selain Andre, sambungnya, satu anak pasangan Tri Mulyono - Yuliati lainnya, Budi Kurniawan, juga turut menjadi korban. "Ada dua anggota keluarga ini yang menjadi korban. Budi Kurniawan dan Andre Yulianto. Budi anak pertama, Andre anak ketiga dari empat bersaudara. Keluarga berharap Budi dapt ditemukan selamat," harapnya.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan laut terjadi di perairan laut Pulau Jawa, di titik kordinat 06.33.03.5/112 derajat, 09 derajat‎, masuk wilayah Kabupaten Tuban Jawa‎ Timur, Sabtu (19/11), pada sekitar pukul 04.00‎. Kecelakaan melibatkan MV THAISON 4 bendera Vietnam Gt 8216 aimo 9370587, dengan jumlah ABK 22 orang warga negara Vietnam, dengan ‎Kapal Motor (KM) Mulya Jati, yang ditumpangi 27 orang nelayan Juwana, Pati.

"12 nelayan selamat, 15 lainnya hilang dan masih dalam pencarian," kata Kepala Humas BNPB, Sutopo Purwo Nusgroho, melalui layanan pesan singkat Whatsapp. Andre merupakan korban keempat yang ditemukan, setelah Minggu (20/11) tim SAR menemukan tiga jenazah ABK lainnya. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved