Mekanik Heli yang Jatuh di Kalimantan Merupakan Lulusan Pusat Pendidikan Penerbangan Semarang

Istri dari Sertu Bayu Sadeli Putra, Rahmita Dewi (28) mengatakan, almarhum sempat menghubunginya pada pekan lalu melalui layanan BBM.

Mekanik Heli yang Jatuh di Kalimantan Merupakan Lulusan Pusat Pendidikan Penerbangan Semarang
TRIBUN KALTIM/DOMU D AMBARITA
Helikopter Bell 412EP yang mengangkut logistik untuk TNI AD di daerah pedalaman Kalimantan Utara diambil pada tanggal 23 Agustus 2016. 

TRIBUNJATENG.COM- Seorang warga Kota Bekasi, Jawa Barat, menjadi korban peristiwa jatuhnya helikopter Bell-412 milik TNI Angkatan Darat di Kalimantan Utara, Kamis (24/11/2016).

Warga tersebut bernama Sertu Bayu Sadeli Putra (28) yang berprofesi sebagai mekanik helikopter yang jasadnya telah ditemukan di pegunungan Kalimantan Utara.

Bayu tercatat sebagai warga Kampung Lokomotif, RT 004/RW 05, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Istri dari Sertu Bayu Sadeli Putra, Rahmita Dewi (28) mengatakan, almarhum sempat menghubunginya pada pekan lalu melalui layanan media sosial Blackberry Messenger (BBM).

"Almarhum meminta maaf kepada saya dan berpesan untuk menjaga kedua anaknya Bara Alimsyah (5) dan Rayihan Artarsyah (4 bulan)," katanya.

Selain itu, Bayu juga meminta istrinya untuk mengirimkan foto beserta dokumen lengkap semasa almarhum bertugas melalui BBM.

"Saya sendiri belum tahu maksudnya meminta foto dan dokumen untuk apa," katanya.

Menurut Dewi, Bayu meninggalkan rumah pada Juli 2016 ketika putra keduanya lahir.

"Suami saya hanya dua minggu ada di rumah karena harus kembali bertugas di Tanjung Redep, Kalimantan Timur," katanya.

Saat ini, keluarga masih menunggu informasi lanjutan dan meminta agar almarhum dikebumikan di tempat kelahirannya di Dumai Provinsi Riau.

Sertu Bayu Sadeli Putra merupakan lulusan Pusat Pendidikan Penerbangan Semarang angkatan tahun 2008.

Pria kelahiran 11 Agustus 1988 tersebut dinyatakan meninggal setelah helikopter Bell-412 EP nomor registrasi HA-5166 milik Pusat Penerbangan TNI AD--yang dinaikinya hilang kontak di Malinau Tower di ketinggian 2.500 kaki.

Sementara itu, suasana rumah duka nampak terus didatangi sejumlah keluarga, kerabat dan tetangga. (Kompas.com)

Editor: a prianggoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved