Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Polres Purbalingga Tarik Dua Peleton Brimob Usai Amankan Pilkades Serentak

Untuk menjamin situasi kondusif, kata Agus, polisi bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) bersilaturahmi kepada calon, baik yang kalah maupun menang

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Kapolres Purbalingga Agus Setiawan Heru Purnomo 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Polres Kabupaten Purbalingga hari ini, Senin (28/11), menarik dua peleton anggota kepolisian dari Brimob yang sebelumnya ditempatkan di Kecamatan Bojongsari dan Kecamatan Mrebet untuk mengamankan pelaksanaan Pilkades, Minggu (27/11).

Sementara satu peleton anggota Polres masih bersiaga di Kecamatan Bukateja dan Mako Polres. Kapolres Purbalingga AKBP Agus Setiawan Heru Purnomo mengatakan, penarikan tersebut berkenaan dengan berakhirnya Pilkades serentak.

"Apalagi pasukan Brimob dibutuhkan untuk penebalan pengamanan untuk aksi 2 Desember," katanya, Senin (28/11).

Agus mengatakan, secara umum, pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Purbalingga berlangsung kondusif, tidak ada gangguan keamanan berarti. Meski diakuinya, sempat ada beberapa masalah kecil di tingkat desa yang berpotensi menimbulkan gangguan, antara lain dugaan money politic serta calon yang tidak terima kalah. Namun, menurut Agus, hambatan tersebut telah berhasil diatasi di tingkat Panwas Kecamatan.

"Pola kami memang, kalau ada masalah, sebisa mungkin diselesaikan di tingkat bawah dulu. Segera dirapatkan dan selesai," katanya

Pada pelaksanaan Pilkades kemarin, Minggu (27/11), Polres, kata Agus, mengerahkan sedikitnya 1000 personil untuk mengamankan pesta demokrasi tersebut. Masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) dijaga oleh sekitar 10 polisi. Sementara tiga peleton polisi dari Brimob dan Polres berjaga di tiga distrik, yakni Kecamatan Bojongsari, Mrebet, dan Bukateja.

Kendati belum ada laporan pelanggaran, Polres, kata Agus, tetap mewaspadai ekses dari pelaksanaan Pilkades. Agus menilai, Pilkades memiliki tingkat kerawanan tersendiri ketimbang pemilihan umum lain lantaran antar calon atau pendukung telah saling mengenal dan berkekerabatan, serta tinggal dalam satu wilayah.

Untuk menjamin situasi tetap kondusif, kata Agus, polisi bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) bersilaturahmi kepada calon, baik yang kalah maupun menang.

Selain itu, pihaknya masih melakukan patroli untuk memonitor keamanan wilayah
"Patroli kami tingkatkan pastinya. Kalau ada eskalasi potensi gangguan, kami akan lakukan patroli besar," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved