Hampir Separo BUMDes Mati Suri, Bapermades Gandeng Bank Jateng Lakukan Ini

Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Jawa Tengah mencatat hampir separuh BUMDes yang terdata di Jateng 'mati suri'.

Hampir Separo BUMDes Mati Suri, Bapermades Gandeng Bank Jateng Lakukan Ini
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Sejumlah desa menandatangani MoU dengan Bank Jateng untuk pembentukan BUMDes, disaksikan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dan Dirut Bank Jateng, Supriyatno di Hotel Semesta, Selasa (29/11/2016. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Jawa Tengah mencatat hampir separuh BUMDes yang terdata di Jateng 'mati suri'.

Pihaknya ingin bekerjasama dengan Bank Jateng untuk mendorong terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang prima di Jawa Tengah.

Kepala Bapermasdes Jawa Tengah, Tavip Supriyanto mengatakan, dari 1.800 desa di Jateng, sebanyak 1.700 desa di antaranya telah memiliki BUMDes.

Sayangnya, dari jumlah tersebut yang dinyatakan aktif masih sekitar separuhnya yakni 900 BUMDes.

"BUMDes di Jateng ada sekitar 1.700, tapi dari verifikasi yang aktif hanya sekitar 900 BUMDes," ujar dia, di Hotel Semesta, Selasa (29/11/2016).

Dia menjelaskan, kerjasama dengan Bank Jateng untuk mengucurkan modal pada BUMDes agar dapat meningkatkan perekonomian di desa.

Harapannya, setiap desa di Jateng memiliki satu unit BUMDes yang dapat melayani kebutuhan masyarakat setempat.

Menurutnya, desa di Jateng yang tergolong sukses mengelola BUMDes, yakni Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

"Kami harapkan melalui dukungan Bank Jateng setiap desa bisa memiliki BUMDes. Seperti di Desa Ponggok itu yang transaksinya bisa mencapai Rp 10 miliar," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Umum P-Apdesi, Wargiyati mengatakan, menargetkan setiap desa dapat memiliki minimal satu buah BUMDes untuk memajukan sektor perekonomian setempat.

Sebab, pada 2017 sesuai instruksi pemerintah pusat. Dana desa (DD) yang dikucurkan dari APBN dapat dikelola sebagian masuk untuk modal BUMDes.

"Makanya sekarang kami mendorong desa untuk bisa membentuk BUMDes, sehingga sebagian dana desa bisa masuk untuk modal. Berbeda dengan 2017 lalu, yang mayoritas dana desa untuk infrastruktur," jelas dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved