Ganjar : Pancasila Sebagai Konsensus Nasional Sudah Final

Dalam orasi yang berlangsung sekira delapan menit tersebut, dengan semangat menggebu Ganjar berupaya mengajak warganya untuk menjaga toleransi

Ganjar : Pancasila Sebagai Konsensus Nasional Sudah Final
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Apel Siaga Nusantara Bersatu 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan orasi kebhinekaan dari panggung yang ada di tengah ribuan orang, di lapangan Simpanglima, Kota Semarang, Rabu (30/11/2016), dalam Apel Kebhinekaan.

Dalam orasi yang berlangsung sekira delapan menit tersebut, dengan semangat menggebu Ganjar berupaya mengajak warganya untuk menjaga toleransi, kerukunan, serta semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia mengatakan, antara penduduk di ujung timur Indonesia, wilayah utara, tengah, dan barat, sejak lahir sudah berbeda. Baik dari rambut dan warna kulit. "Kita wajib menjaga silaturahmi, bukan cakar-cakaran, bukan mati-matian, bukan provokasi," tegasnya.

Republik Indonesia, lanjutnya, lahir bukan oleh satu golongan, tapi oleh semua elemen bangsa. Mulai dari rakyat, tentara, polisi, pejuang, Ulama, dan elemen lain.

"Republik ini lahir bukan oleh kamu saja, bukan oleh kamu saja, juga bukan oleh kamu saja, republik ini lahir karena banyak bidan yang melahirkan. Tidak bisa kita biarkan siapapun merobek-robek," tandasnya.

Saat mendirikan dasar negara, para elemen bangsa tersebut juga sudah melakukan perdebatan panjang, bermusyawarah, dan akhirnya membuat kesepakatan berupa Pancasila.

"Pancasila sudah jadi dasar sebagai consensus nasional, tidak ditawar lagi. Ulama, tokoh bangsa, para pahlawan sudah berdebat, sudah berdebat, sudah, sudah, final," katanya.

Saat ini, kata Ganjar, Negara sudah sampai pada upaya memikirkan warganya yang masih miskin, belum mampu bersekolah, dan yang belum mendapatkan hak hidup layak. Maka tak perlu lagi kembali berdebat mengenai dasar
negara.

"Kenapa kita harus balik lagi? kita harus pertahankan itu semua, tidak ada tawar-tawar lagi. Jateng harus jadi bentengnya Pancasila, Jateng harus jadi paku bumi dan jagatnya kebhinekaan," katanya.

Dalam rangkaian Apel "Nusantara Bersatu, Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama Bhinneka Tunggal Ika" ini, juga secara bersama-sama mengenakan ikat kepala merah putih, yang dipimpin oleh Gubernur Jateng, Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, serta para tokoh lainnya dari atas panggung yang ada di tengah lapangan.

"Merah putih yang diikatkan di kepala kita ini, sekaligus mengikat pikiran kita, hati kita, batin kita, untuk ber Indonesia," tandas Ganjar.

Hadir pula dalam Apel ini, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, musisi Iwan Fals, serta oleh aparat keamanan TNI dan Polri, pelajar, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum.(*)

Penulis: m nur huda
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved