Empat Jurnalis Cantik Asal Belanda 'Blusukan' ke Kebun Kopi Banaran
Empat jurnalis perempuan asal Belanda mengabadikan aktivitas para petani di kebun kopi, wilayah Kampung Kopi Banaran, Kabupaten Semarang.
Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: a prianggoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Empat jurnalis perempuan asal Belanda mengabadikan aktivitas para petani di kebun kopi, wilayah Kampung Kopi Banaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/12/2016) sore.
Mereka adalah Carolina Anastasia Esser, Liza Janson, Anouck Maria Derix dan Milou Agatha Mies Van Roon.
Setibanya di kebun kopi, empat bule Negeri Kincir Angin itu langsung turun dari kereta wisata. Mereka pun berjalan secara perlahan mendekati para petani kopi.
Belum fasih berbahasa Indonesia, mereka tampak mengumbar senyum kepada para petani. Untungnya, para petani itu sumeh.
Sekira lima menit, empat jurnalis berambut pirang itu merekam aktivitas para petani. Ada yang menggunakan kamera saku, semi pro, hingga kamera profesional.
"I will direct the farmers to get close, so you can record freely (saya akan arahkan para petani untuk mendekat, supaya kalian dapat merekam secara leluasa)," ujar Asisten Manager Marketing dan IT Kampoeng Kopi Banaran, Dicky Pramudito kepada para turis itu.
Usai memotret, empat perempuan itu pun mengakhiri kunjungannya dengan berfoto bareng para petani. Mereka membentuk formasi dua deret. Deretan belakang adalah para jurnalis bersama manajemen Kampung Kopi Banaran, sedangkan deretan depan adalah para petani.
Liza, dalam bahasa Inggris mengungkapkan, ia merasa nyaman berkunjung ke Jawa Tengah. Selain orang-orangnya yang ramah, tempat wisata pun tak ketinggalan indah.
Ia pun sempat mengomentari suasana di kebun kopi Banaran sangat sejuk. Yang paling menarik saat di kebun adalah pemandangan langsung panorama Rawa Pening.
"The most memorable was during a visit to the temple Gedong Songo ( Yang paling berkesan adalah saat berkunjung ke Candi Gedong Songo)," bebernya sembari menengok buku catatan pribadinya.
Perempuan bermata biru itu pula berujar akan memberitakan sejumlah lokasi wisata, selama lima hari kunjungannya di Jawa Tengah (Jateng) dan Yogyakarta, kepada para pembaca di Belanda.
"I will write about the experience of this visit. I would also recommend travel in Gedong Songo (Saya akan menulis tentang pengalaman kunjungan ini. saya juga akan merekomendasikan wisata di Candi Gedong Songo)," ungkap perempuan kelahiran tahun 1986 itu.
Dalam kesempatan serupa, Dicky Pramudito menuturkan pemerintah daerah (Pemda) Jateng menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2017 nanti sebanyak 20 ribu orang. Berdasar informasi tersebut, pihak Kampung Kopi Banaran mengawali pengenalan wisata Jateng, dengan cara mengundang beberapa jurnalis luar negeri.
"Kami berharap para jurnalis itu membuat tulisan yang menarik minat warga Belanda berkunjung ke Jawa Tengah," ujarnya.
Sebagai informasi, masing-masing mereka berasal dari media berbeda. Carolina berasal dari media Wassenaarse Krant, Liza dari Leidsch Dagblad, Anouch adalah blogger What About Her, sedangkan Milou adalah blogger Explorista.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wartawan-bule_20161201_170514.jpg)