Gara-gara Berkelahi dengan Renternir, Nur Rahma Ditahan di Sel Bersama 8 Orang Anaknya

Pada hari pertama dan kedua, 8 orang anak Rahma yang masih balita terpaksa ikut menginap di dalam sel tahanan.

Gara-gara Berkelahi dengan Renternir, Nur Rahma Ditahan di Sel Bersama 8 Orang Anaknya
Kompas.com/Hendra Cipto
Rahma dan 8 anaknya tidur melantai di dalam sel Polresta KPPP Pelabuhan beredar di media sosial. 

TRIBUNJATENG.COM- Seorang ibu rumah tangga (IRT), Nur Rahma Amalia (28), warga Jalan Sabutung bersama 8 orang anak dan bayinya harus menjalani penahanan di Polresta KPPP Pelabuhan Makassar setelah berkelahi dengan seorang rentenir, Andi Nurmiah (38), warga Jalan Pampang karena utang piutang.

Rahma mendekam di sel Markas Polresta KPPP Pelabuhan Makassar sejak Senin (28/11/2016).

Pada hari pertama dan kedua, 8 orang anak Rahma yang masih balita terpaksa ikut menginap di dalam sel tahanan.

Demikian pula dengan bayinya yang masih berusia 5 bulan terpaksa ikut merasakan dinginnya dinding sel tahanan.

Tujuh orang anak Rahma baru dikeluarkan dari sel setelah polisi memisahkan mereka dan meminta pihak keluarganya menjemput, Rabu (30/11/2016) sore.

Namun bayi Rahma, masih ikut dengannya mendekam di sel tahanan karena masih menyusui.

Saat menjalani penahanan, anak-anak Rahma tidak mau terpisah dengan ibunya. Sedangkan suami Rahma, Irwan sedang merantau di Kalimantan bekerja sebagai sopir.

Kasus ini mencuat setelah foto Rahma beserta 8 orang anaknya tidur di dalam sel tahanan Polresta KPPP Pelabuhan Makassar. Rahma dan 8 anaknya yang masih kecil-kecil tidur melantai.

Menurut adik kandung Rahma, Sri Wahyuni ketika dikonfirmasi, Kamis (1/12/2016), kasus perkelahian ini terjadi sudah lama, saat kakaknya sedang hamil 8 bulan, pada April 2016 lalu. Kini, bayinya telah lahir dan telah berusia 5 bulan.

"Itu dulu, rentenir yang pertama pukul kakakku. Kenapa malah kakakku korban dijadikan tersangka oleh polisi. Laporan kakakku di polisi tidak ditanggapi, sedangkan laporan itu rentenir diproses. Kami ingin keadilan ditegakkan, kasihan kakakku dan anak-anaknya yang masih kecil ditahan," ungkap Sri.

Halaman
12
Editor: a prianggoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved