Inilah Ekspresi Ahok Saat Hadiri Pelimpahan Barang Bukti di Bareskrim

Ahok datang sekitar pukul 09.25 WIB. Dia mengenakan baju batik panjang berwarna hijau. Ketika turun dari mobilnya, dia langsung masuk ke dalam ruangan

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tiba di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (22/11/2016). Ahok menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan kasus penistaan agama yang dilakukannya beberapa waktu lalu di Kepulauan Seribu. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

JAKARTA, KOMPAS.com -- Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri untuk penyerahan barang bukti dan tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (1/12/2016).

Ahok datang sekitar pukul 09.25 WIB. Dia mengenakan baju batik panjang berwarna hijau. Ketika turun dari mobilnya, dia langsung masuk ke dalam ruangan.

Ahok sempat terlihat menyunggingkan senyumnya. Setelah itu, Ahok kembali menampakkan raut wajah datar. Dia tak menggubris pertanyaan dari wartawan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, setelah ini barang bukti dan Ahok akan diserahkan ke Kejaksaan Agung RI.

"Apakah nanti akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Utara sesuai locus delicti-nya, tentu kami akan lihat nantinya di Kejagung," kata Martinus.

Ketua tim pemenangan pasangan petahana calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Saiful Hidayat, Prasetio Edi Marsudi, hadir saat berkas kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Ahok dilimpahkan dari Mabes Polri ke Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (1/12/2016).

Prasetio tiba sekitar pukul 08.20 WIB. Prasetio yang mengenakan batik coklat enggan berkomentar dan langsung masuk ke Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri.

Saat dikonfirmasi ke kuasa hukum Ahok, Sirra Prayuna, kehadiran Prasetio tak memiliki pengaruh terhadap kasus karena hanya bentuk pendampingan.

"Kalau mereka kan melekat. Dia selalu ada. Hanya pendampingan saja," kata Sirra kepada Kompas.com di Jakarta, Kamis.

Sirra mengatakan, yang memiliki pengaruh adalah kuasa hukum. Untuk hari ini, kuasa hukum yang mendampingi Ahok lebih dari tiga orang.

Penyidik Bareskrim Polri akan menyerahkan barang bukti dan tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Kejaksaan Agung. (Kahfi Dirga Cahya)

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved