Jelajah Museum dan Sejarah

Belajar Sejarah di Museum Mandala Bhakti Semarang, Gratis!

Museum ini, menyimpan berbagai benda yang menjadi saksi perjuangan Tentara Nasional Indonesia (TNI)

Belajar Sejarah di Museum Mandala Bhakti Semarang, Gratis!
Tribun Jateng/maulana ramadhan
Museum Perjuangan Mandala Bhakti 

Ketika memasuki satu persatu ruang peristiwa, kita seperti diajak untuk mengenang kembali perjuangan bangsa Indonesia. Saksi bisu di dalam ruangan seolah bercerita tentang arti perjuangan.

Koleksi yang ada di ruang peristiwa berupa senjata yang digunakan saat berperang, narasi peristiwa, dokumentasi atau foto-foto yang diambil saat peristiwa itu terjadi. Di ruang peristiwa palagan misalnya, disimpan kotak p3k yang masih dibungkus kain goni.

Atau telefon yang berada di ruang peristiwa pertempuran lima hari di Semarang yang dipakai sebagai alat komunikasi ketika itu. Semua koleksi itu tersimpan rapi didalam almari kaca.

Terdapat juga alur serta penjelasan tentang terjadinya peristiwa tersebut terjadi. Ruang peristiwa dibagi kedalam dua lantai, lantai 1 dan lantai 2.

Tidak hanya di ruang peristiwa, koleksi senjata juga disimpan di ruangan lain. Salah satu koleksi yang terdapat di Museum Mandala Bhakti adalah senjata penangkis udara, meriam pelontar, panser hingga truk pemancar komunikasi.

Panser yang berada disini merupakan panser yang digunakan oleh Pangliman Kodam VII Diponegoro Mayor Jenderal Suryo Sumpeno saat operasi penumpasan di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Disebelahnya ada senjata meriam yang digunakan saat operasi penumpasan DI/TII di Jawa Tengah dan Peristiwa PRRI.

Selain meringkas berbagai peristiwa di ruang peristiwa, ada juga ruang gamad yang berisikan seragam-seragam yang pernah digunakan saat masa peperangan. Ruang laswi atau laskar wanita yang menggambarkan perjuangan laskar wanita saat melawan penjajah.

Ruang cacat veteran yang berisikan alat bantu kesehatan bagi para veteran akibat perjuangan membela negara. Di lantai dua terdapat juga ruang pelestarian kerja Panglima Kodam. Ruangan ini dulunya merupakan ruang kerja yang pernah digunakan Panglima Kodam Diponegoro dari masa ke masa.

Museum ini awalnya merupakan markas besar Komando Daerah Militer (Kodam) VII Diponegoro. Bangunan klasik bergaya belanda ini diahli fungsikan sebagai museum saat markas besar Kodam Diponegoro pindah ke Jalan Perintis Kemerdekaan, Watugong, Banyumanik, Semarang.

Halaman
123
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved