Di Salatiga, Penyebab HIV AIDS Didominasi karena Ketidakpuasan pada Pasangan

Hingga akhir November 2016 ini, setidaknya ada sekitar 17 temuan baru penderita HIV AIDS di Kota Salatiga

Tribun Jateng/Budi Susanto
Beberapa komunitas menggelar aksi memperingati hari AIDS sedunia, aksi diisi pembaguan bunga, kaos dan stiker 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Hingga akhir November 2016 ini, setidaknya ada sekitar 17 temuan baru penderita HIV AIDS di Kota Salatiga.

Itu berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Salatiga dan mayoritas atau dominannya disebabkan karena sikap heteroseksual.

“Ada 17 penderita baru dalam kasus HIV AIDS. Itu yang kami temukan hingga akhir November 2016. Sikap kerap berganti-ganti pasangan dan korbannya adalah wanita masih mendominasi dalam kasus yang kami temukan itu,” kata Sekretaris KPA Salatiga Siti Zuraidah kepada Tribun Jateng, Jumat (2/12/2016).

Dia menerangkan, kebiasaan orang suka berganti pasangan itulah yang paling banyak ditemukan dalam kasus tersebut. Dahulu atau awalnya penularan disebabkan dan banyak dialami oleh kaum homoseksual, lalu kemudian muncul di kalangan pengguna narkoba.

“Kini pertumbuhan penyakit HIV AIDS yang diakibatkan dari pola heteroseksual semakin meningkat. Dampaknya, semakin banyak para ibu rumah tangga yang tertular oleh penyakit berbahaya tersebut. Adapun yang berperan sebagai penularnya adalah suami mereka,” terangnya.

Dia menduga, tingginya jumlah penderita HIV AIDS di kalangan heteroseksual itu satu pemicunya adalah sikap ketidakpuasan terhadap pasangan mereka masing-masing. Akibat tidak puasnya itu, mereka (kaum pria) melampiaskannya kepada pekerja seks komersial atau wanita lainnya. Terlebih lagi ketika mereka berhubungan tanpa menggunakan alat pengaman.

“Jika melihat dari catatan kami, ibu rumah tangga masih menjadi pihak yang memiliki risiko tertinggi untuk tertular penyakit itu. Dari catatan kami, di sepanjang tahun ini setidaknya sudah ada 23 ibu rumah tangga yang telah terkena penyakit HIV AIDS di Kota Salatiga. Adapun total penderita hingga saat ini ada sekitar 230 orang,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga Sovie Harjanti menyampaikan, angka tersebut mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu atau 2015, jumlah penderi HIV AIDS di Kota Salatiga tercatat ada sekitar 213 orang.

“Yang perlu dipahami, itu adalah jumlah dari data kumulatif pada rentan waktu mulai 2014 hingga akhir November 2016 kemarin. Berbagai langkah serta upaya pun terus kami lakukan, seperti tindakan-tindakan antisipasi sejak dini secara optimal dan efektif. Tujuannya agar tidak semakin merembet,” terangnya.

Sovie menyampaikan, melalui momentum Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini pula, pihaknya berharap terhadap kesadaran masyarakat untuk aktif mendeteksi sejak dini. Satu di antaranya yakni mau secara terbuka untuk membuka diri dalam memanfaatkan layanan tes kesehatan guna mencegah pertumbuhan virus atau infeksi penyakit tersebut.

“Untuk tempat layanan kesehatan yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk tes HIV AIDS, bisa di RSUD Kota Salatiga, di RS dr Asmir, RS Paru Ario Wirawan, Puskesmas Kalicacing, Puskesmas Cebongan, dan Puskesmas Sidorejo. Silakan dan tolong manfaatkan layanan tersebut. Jangan malu, kami pasti akan merahasiakannya,” ungkapnya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved