Destinasi Jateng
Gua Ini Bukti Kecerdasan Manusia Dulu, di Dalamnya Terdapat Perabotan dan Tembus ke Segala Arah
Petugas Goa Rong View, Yusuf mengatakan, konon kabarnya pada zaman dulu, goa ini merupakan persembunyian Belanda
TRIBUNJATENG.COM - Keindahan gunung dan rawa terhampar jelas saat pengunjung berada di gardu pandang Goa Rong View.
Rupanya, ada wisata lain yang bisa dinikmati pengunjung saat berada di Goa Rong View, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Pengunjung dapat menyaksikan goa yang dijadikan nama objek wisata ini.
Petugas Goa Rong View, Yusuf mengatakan, konon kabarnya pada zaman dulu, goa ini merupakan persembunyian Belanda. Ada pula yang menyebutnya sebagai goa pertapaan.
Yusuf pun takjub dengan kehebatan orang zaman dulu karena mampu memahat bukit menjadi goa yang didiami. Tumpukan batu berbentuk persegi panjang menambah keheranan Yusuf.
Menurutnya, hal seperti itu sulit sekali dilakukan oleh manusia modern seperti sekarang.

Penampakan Goa Rong yang konon menembus ke segala arah
Kata Rong sendiri diperoleh dari kata ngerong yang berarti menggali. Jika diartikan, goa ini terbentuk bukan secara alami namun merupakan goa buatan. Goa ini dibikin dengan cara menggali bukit. Di atas goa ini, tumbuh pohon besar yang akarnya membelit atap goa.
“Tinggi mulut goa sendiri kurang dari 50 sentimeter sedangkan lebar mulut goa kira-kira satu meter. Pengunjung harus merunduk jika ingin masuk ke dalam. Konon, menurut cerita warga yang pernah menyusuri goa ini, di dalamnya ada meja kursi yang terpahat dari batu,” beber Yusuf. Goa rong adalah bukti kecerdasan manusia masa lampau. Ditambahkan Yusuf, penemuan goa ini mulanya lantaran ada warga yang bertapa lalu mendapat wangsit untuk menyambangi lokasi ini.
Untuk menuju goa, pengunjung harus menuruni anak tangga yang berada di bawah gazebo kafe. Dibutuhkan waktu sekitar 25 menit untuk tiba ke goa yang dituju.
Tangga tersebut dibuat dari beton dengan bentuk berundak tapi belum diberi pegangan sebagai pengaman. Jarak yang harus ditempuh sekitar 500 meter dengan jalan yang curam dan terjal.
Diperlukan kehati-hatian dan stamina ekstra untuk bisa mencapai mulut goa. Suara jenggeret yang saling menimpali menemani perjalanan pengunjung menuju goa. Rimbunnya semak-semak yang saling bergesekan memecah keheningan.
Rasa lelah yang harus ditanggung pengunjung akan terbayar dengan keelokan pemandangan yang terhampar sejauh mata memandang.
“Sebenarnya, pengunjung juga bisa menuju goa ini tanpa perlu capai jalan kaki sejauh ini. Pengunjung dapat memarkirkan motornya di pinggir jalan setelah melewati kaca cembung. Tengokla ke arah kanan, ada pohon beringin besar. Naiklah dari situ,” ujar Yusuf memberikan alternatif lain untuk menyaksikan goa ini.
Yusuf menguraikan, selain pengunjung yang datang untuk berwisata, ada pula masyarakat yang sengaja datang pada malam hari. Tujuannya adalah bersemedi.
Sayang sekali bila Anda melewatkan untuk menelusuri goa ini ketika singgah di Goa Rong View. (Shela Kusumaningtyas/magang tribunjateng)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/petugas-goa-rong-view-mencoba-masuk-ke-goa-rong-dengan-cara-menunduk_20161202_153752.jpg)
