Rudy Tak Ingin Pengerjaan Pasar Klewer Asal-asalan dengan Alasan Waktu Mepet
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tidak ingin pelaksana proyek pembangunan Pasar Klewer mengorbankan kualitas bangunan.
Penulis: suharno | Editor: galih pujo asmoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tidak ingin pelaksana proyek pembangunan Pasar Klewer mengorbankan kualitas bangunan.
Hal ini lantaran mengejar tenggat penyelesaian yang jatuh akhir bulan ini.
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan sanksi administratif berupa denda juga akan dijatuhkan, seandainya kontraktor tidak menuntaskan proyek tersebut tepat waktu.
"Jangan sampai proses pengerjaannya asal-asalan, hanya karena mengejar waktu. Kualitas pekerjaan tidak boleh dikorbankan," ujar wali kota yang akrab disapa Rudy, Jumat (2/11/2016).
Rudy menambahkan tenggat penyelesaian tahap kedua proyek pembangunan Pasar Klewer semakin mepet.
Berdasarkan penghitungan Wali Kota, tenggat itu hanya kurang dari sebulan.
"Sekilas kekurangannya masih banyak. Lift dan bagian-bagian lain juga belum terpasang," sambungnya.
Lantaran itu, Pemkot Solo juga tidak segan menjatuhkan pinalti berupa denda kepada kontraktor, manakala penyelesaian proyek tersebut molor dari target.
"Kalau sudah menandatangani kontrak, maka wajib hukumnya bisa selesai tepat waktu. Kontrak pengerjaan kan selesai 30 Desember, itu harus ditaati (kontraktor)," jelas Rudy.
Tahap kedua pembangunan pasar yang terbakar pada akhir 2014 ini difokuskan kepada penyelesaian konstruksi bangunan pasar berikut pemasangan sejumlah fasilitas pendukung.
Proyek itu didanai pemerintah pusat sekitar Rp 81 miliar.
Terpisah, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Subagiyo optimistis jika proyek tersebut selesai akhir tahun ini.
Dia menyebut, perkembangan pengerjaan proyek sudah memadai.
"Progresnya sudah 70 persen dari total pekerjaan. Kami harus optimistis jika pembangunan pasar itu selesai tepat waktu," ujar dia.
Sebelumnya, pelaksana proyek pembangunan Pasar Klewer dari PT Adhi Karya, Totok Indarto juga berpendapat senada.
Menurut dia, pengerjaan proyek sudah berlangsung nonstop selama 24 jam.
"Jumlah pekerja pun telah ditambah sesuai kebutuhan. Seluruh material juga sudah tersedia," kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wali-kota-solo_20161118_160258.jpg)