Breaking News:

Barang-barang 13 Polisi Bertebaran di Perairan Lingga Setelah Pesawat Hilang Kontak

Pesawat Cassa jenis M 28 Skytruck milik Polri mengalami musibah, Sabtu (3/12). Barang-barang 13 Polisi Bertebaran di Perairan Lingga

Editor: iswidodo
tribunbatam
Evakuasi potongan jasad korban pesawat jatuh di Perairan Dabo, Lingga, Kepri, Sabtu (3/12/2016). 

TRIBUNJATENG.COM - Pesawat Cassa jenis M 28 Skytruck milik Polri mengalami musibah, Sabtu (3/12). Pesawat yang membawa 13 orang tersebut hilang kontak saat berada di perairan Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Hingga Sabtu malam hanya satu penumpang, yang ditemukan dalam keadaan tak utuh. Para nelayan dan petugas pencari (SAR) menemukan benda-benda yang diduga milik para korban, yang berserakan di laut. Termasuk sejumlah foto pria berpakaian polisi dan sejumlah dokumen.

Pesawat itu terbang dari Pangkal Pinang (Provinsi Bangka Belitung) menuju Batam (Kepri), take off pukul 09.24 WIB dan seharusnya landing pada 10.58.

"Pesawat membawa 13 penumpang yang terdiri dari lima kru dan delapan penumpang terdiri dari tiga pilot, dua mekanik, dan delapan penumpang," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Kombes Rikwanto, di Jakarta, Sabtu.

Menurutnya, pesawat terbang dalam rangka kegiatan rutin pergantian kru, yaitu pilot helikopter Ditpoludara yang di perbantukan di Polda Kepri akan di rotasi dengan kru BKO (bawah kendali operasi) dari Pangkal Pinang.

"Informasi dari Singapura, hilang kontak dengan pesawat sekitar pukul 10.15. Koordinat terakhir hilang kontak di wilayah laut Kabupaten Lingga," terang Rikwanto.

Berdasarkan hasil pencarian di lapangan, tepatnya sekitar 3 mil dari lokasi hilang kontak (wilayah laut Kabupaten Lingga) ditemukan kursi, tas penumpang berisi surat perintah yang dikeluarkan di Bandara Pondok Cabe, dan beberapa dokumen. "Mohon doa untuk keselamatan awak dan penumpangnya," tambah Rikwanto.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menambahkan informasi pesawat jatuh itu berawal dari laporan warga yang menemukan bagian badan pesawat sekitar pukul 12.30, Sabtu. Sejumlah barang yang diduga berasal dari pesawat itu ditemukan warga di antara Pulau Mensanak dengan Pulau Sebangka.

"Dari hasil koordinasi dengan saudara Iyar yang saat ini ada di TKP (tempat kejadian perkara), kurang lebih tiga mil dari TKP. Titik koordinat jatuhnya pesawat sesuai data GPS pruno JP32 0"17,246N utara selatan 104"50,261E barat timur antara Pulau Mensanak dengan Pulau Sebangka atau Pulau Gentar, perairan Kabupaten Lingga," kata Boy.

Kirim dua kapal

Kepala Basarnas Tanjungpinang, Abdul Hamid mengatakan sudah menerjunkan dua kapal SAR dari Tanjungpinang untuk mencari para korban. Sebuah kapal SAR membawa 17 anggota dan kapal lainnya mengangkut 15 personel.

"Sekitar pukul 10.00, kami menerima informasi bahwa ada pesawat yang hilang kontak. Kami lalu menerjunkan anggota ke lokasi tersebut," ungkap Hamid. Tim SAR juga mendapat bantuan dari Satpolair yang menerjunkan 4 unit kapal.

TNI AL menerjunkan KRI Cucut untuk membantu proses pencarian korban."Tim SAR juga dibantu oleh nelayan. Merekalah yang menemukan barang-barang yang berceceran di laut," jelas Hamid.

Direktur Polisi Air Polda Kepri, Kombes Pol Teddy JS Marbun, menyebutkan sesuai manifest (daftar penumpang), ada 16 orang penumpang pesawat tersebut. Namun, ada tiga anggota polisi yang sudah turun di Pangkal Pinang.

Ketiga anggota polisi yang turun di Pangkal Pinang itu adalah Brigadir Sandoko, Brigadir Hendri L dan Bripda Angga. "Jadi, ada 13 anggota yang terbang dari Pangkal Pinang menuju Batam," jelas Teddy. Ia memastikan tidak ada penumpang gelap yang ikut menumpang di pesawat tersebut. (tribunbatam/tribunnetwork/tim)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved