Bebaskan Ribuan Ijazah yang Tertahan di Sekolah, Solo Raih Penghargaan Dwija Praja Nugraha

Rudy menyebut ijazah merupakan hak siswa yang telah menyelesaikan pendidikan. Namun, dia tak menyalahkan sekolah yang terpaksa menahan ijazah.

Penulis: suharno | Editor: abduh imanulhaq

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha tingkat nasional dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah yang peduli nasib guru dan pendidikan.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menerima penghargaan tersebut belum lama ini di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pria yang akrab disapa Rudy itu menyebutnya sebagai motivasi bagi Pemkot Solo agar terus memperhatikan dunia pendidikan dan guru.

Ada beberapa indikator sehingga Solo meraih Dwija Praja Nugraha.

Menurut Rudy di antaranya program zonasi sekolah, kepedulian pendidikan, program Bantuan Pendidikan Masyarakat Solo (BPMKS), dan pembebasan ribuan ijazah yang selama bertahun-tahun tertahan di sekolah karena memiliki tunggakan.

"Banyak ijazah siswa yang terpaksa ditahan bertahun-tahun. Pemiliknya tak mampu melunasi tunggakan uang sekolah, lalu kami bantu," ujar Rudy, Minggu (4/12/2016).

Kondisi ini membuat Wali Kota memutuskan tunggakan tersebut diputihkan.

Rudy menyebut ijazah merupakan hak siswa yang telah menyelesaikan pendidikan.

Namun, dia tak menyalahkan kebijakan sekolah yang terpaksa menahan ijazah.

Membayar uang pendidikan merupakan kewajiban.

Para lulusan tersebut juga tak masuk dalam daftar siswa yang berasal dari keluarga miskin.

"Tapi saya yakin mereka memang tak mampu membayar tunggakan uang sekolah," tuturnya.

Pihaknya juga berkomitmen memperjuangkan nasib tenaga honorer daerah kategori II (K2).

Pemkot Solo akan meminta pemerintah pusat memrioritaskan honorer tersebut diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Sekarang Solo masih memiliki 509 tenaga honorer K2 yang belum ada kejelasan nasib.

"Jika nanti ada peluang pendaftaran CPNS, saya lebih memilih merampungkan honorer dibandingkan mencari CPNS baru. Honorer K2 kalau bisa tidak perlu dilakukan tes seleksi lagi," tandas Rudy. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved