LANGKA, Ini Dia Mahasiswi Cantik yang Pandai Mendalang dan Selipkan Bahasa Gaul

LANGKA, Ini Dia Mahasiswi Cantik yang Pandai Mendalang dan Selipkan Bahasa Gaul. Dialah Titah Banu Arum Mumpuni mahasiswi Ilmu Komunikasi Udinus

LANGKA, Ini Dia Mahasiswi Cantik yang Pandai Mendalang dan Selipkan Bahasa Gaul
tribunjateng/sulis
Titah mahasiswi cantik yang pandai mendalang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Berawal dari belajar berbahasa jawa halus, Titah Banu Arum Mumpuni mengenal dunia wayang. Dunia inilah yang kemudian mengantarkannya pada panggung wayang, tempat ia berperan sebagai dalang. Hanya segelintir, perempuan yang mau belajar pewayangan. Apalagi berusia muda.

Dari ibunya, Nuning Zaidah, Titah belajar krama inggil hingga dongeng cerita pewayangan dan cara mendalang. Perempuan kelahiran Magelang, 14 Januari 1997 itu, mulai melakukannya sejak kelas 4 SD.

“Hingga akhirnya saya diikutkan ibu untuk mengikuti Festival Dalang Bocah, di Taman Budaya Surakarta. Saat itu. saya membawakan lakon 'Sumantri Sukrosono'. Dari festival itulah, saya pun terus mengasah kemampuan mendalang wayang kulit sampai saat ini,” kata Titah kepada Tribun Jateng saat ditemui di kampusnya, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Kamis (1/12).

titah mahasiswi cantik yang pandai mendalang wayang kulit2
Berawal dari belajar berbahasa jawa halus, Titah Banu Arum Mumpuni mengenal dunia wayang dan kini pintar mendalang Wayang Kulit

Mahasiswi semester 3 Fakultas Ilmu Komunikasi Udinus itu, menambahkan, ibunya merupakan dosen Bahasa Jawa di UPGRIS Semarang. Tak heran, kemampuan tersebut ia serap sejak dini. Meski demikian, bukan berarti ia bisa dengan mudah mendapatkan ilmu itu. Ia tetap butuh waktu berbulan-bulan utnuk menghafal dan memahami isi cerita pewayangan.

Terlebih, ia menyukai setiap petuah yang ada pada setiap cerita pewayangan. Baginya wayang itu tontonan lan tuntunan.

titah mendalang
Berawal dari belajar berbahasa jawa halus, Titah Banu Arum Mumpuni mengenal dunia wayang dan kini pintar mendalang Wayang Kulit

Di sisi lain, banyak anak muda seusianya yang saat ini justru melupakan kesenian budaya daerah mereka. Tentu ini keprihatinan tersendiri.

“Sebagai generasi muda, saya justru ingin menguri-uri budaya, khususnya kesenian wayang kulit. Saya ingin, ke depan, anak-anak muda juga bisa turut mencintai budaya lokal, seperti mendalang. Kalaupun itu sulit, setidaknya mereka bisa berbahasa jawa halus dalam keseharian,” bebernya.

Untuk memperdalam ilmu tentang dunia dalang wayang kulit, Titah pun juga belajar secara khusus dengan dalang Ki Nadiyanto dari Yogyakarta. Sampai saat ini pun, Titah juga masih mengikuti beberapa kursus dalang, meski dengan pembimbing yang berbeda.

BIODATA ===============================================
Titah Banu Arum Mumpuni
Magelang, 14 Januari 1997
S1 Ilmu Komunikasi Udinus
Semester 3
Nama Ibu : Nuning Zaidah

Prestasi :
1. Juara 1 Sesorah (pidato bahasa Jawa) kategori umum Jateng 2014
2. Juara 2 Sesorah tingkat mahasiswa 2016
3. Juara 3 Cipta Geguritan (puisi bahasa Jawa) tingkat mahasiswa se-Jateng
4. Dalang/Wayang manggung/pentas di RRI bersama lima dalang wanita
5. Dalang wayang kulit di Mal Ciputra
======================================================

Halaman
12
Penulis: hesty imaniar
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved