Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berangkat Kerja, Gadis Temukan Cek Rp 2,7 Miliar Tergeletak, yang Ia Lakukan Kemudian Mengejutkan

"Saya temukan itu sewaktu mau berangkat kerja. Tergeletak di jalan. Saya penasaran lalu ambil dan buka," ujar warga Bandarjo, Ungaran Barat itu

Tayang:
Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: muslimah
Tribun Jateng/daniel ari purnomo
Pegawai Koperasi di Ambarawa, Gadis Yuliana menemukan lembaran kertas diduga cek fiktif senilai Rp 2,7 miliar serta surat saham kolektif, di jalan raya Ambarawa-Ungaran, kawasan Gembol, Kabupaten Semarang, Senin (5/12/2016) pagi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pegawai Koperasi di Ambarawa, Gadis Yuliana menemukan lembaran kertas diduga cek fiktif senilai Rp 2,7 miliar serta surat saham kolektif, di jalan raya Ambarawa-Ungaran, kawasan Gembol, Kabupaten Semarang, Senin (5/12/2016) pagi.

"Saya temukan itu sewaktu mau berangkat kerja. Tergeletak di jalan. Saya penasaran lalu ambil dan buka," ujar warga Bandarjo, Ungaran Barat itu.

Dikatakan Gadis, lembaran cek dan surat saham kolektif yang diduga fiktif itu, terbungkus amplop coklat berlapis plastik transparan. Ia pun membawa lembaran itu ke tempat kerja, untuk dianalisa.

Sebagai informasi, surat saham kolektif itu atas nama PT Mitra Jaya Prima yang berkedudukan di Samarinda, Kalimantan Timur. Ditulis juga pemegang saham perseroan atas nama Bambang Sujatmiko, SE.

"Ada beberapa hal janggal dalam dokumen itu," kata perempuan berusia 35 tahun itu.

Gadis mencurigai dua dokumen yang diduga fiktif itu dari tanda tangan dalam surat saham kolektif, serta tata bahasa penyebutan mata uang dalam cek.

Menurutnya, tanda tangan yang dibubuhkan atas nama Bambang Sujatmiko, SE selaku Direktur Utama dalam surat saham kolektif itu berupa scan. Bukan tulisan tangan.

"Selain itu, pada bagian cek bertuliskan Citibank, ada kesalahan penulisan nominal yang tidak logis," tutur Gadis.

u

Pengamatan Tribun Jateng, pada bagian cek dicetak tulisan dua milyar tujuh ratus juta rupiah. Saat diterjemahkan dalam bahasa inggris, mata uang rupiah berubah menjadi dolar Amerika.

"Pelakunya tidak cerdas. Dalam cek tertera Rp 2,7 miliar, saat dialihkan dalam bahasa inggris, menjadi 2,7 miliar dollars. Kan nilainya harusnya tidak sama," katanya.

Gadis mengatakan akan lenyapkan dua dokumen fiktif itu. Ia enggan melapor ke polisi, lantaran ada trauma tersendiri.

"Saya juga belum konfirmasi ke Citibank, terkait keaslian cek itu," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved