Icip icip Kuliner
Lembutnya Ayam Dilapis Bumbu Bakar Madu Khas Klaten, Sensasinya Bikin Nagih
Sejak baru dibuka kedai ayam bakar ini sudah dipenuhi pengunjung yang ingin merasakan lembutnya ayam bakar beroleskan madu khas Klaten
TRIBUNJATENG.COM - Sejak baru dibuka kedai ayam bakar ini sudah dipenuhi pengunjung yang ingin merasakan lembutnya ayam bakar beroleskan madu khas Klaten.
Kedai yang berada di pojokan Jalan Kyai Saleh ini sering sekali dipadati puluhan motor dan mobil yang terparkir di depannya. Kedainya yang tak begitu besar pun terkadang tak muat menampung antusiasme pengunjungnya.
Berdiri sejak tahun 2007, kedai ini dimiliki oleh pasangan suami istri yang berasal dari Klaten, yaitu Muhammad Abdul Munir, dan istrinya akrab disapa bu Mami, yang menjadi inspirasi penamaan kedainya

Ramainya kedai Ayam Bakar Taliwang Madu bu Mami
Salah satu yang membuat kedai tersebut penuh sesak ialah hidangan favoritnya, ayam bakar taliwang madu. Kepulan asap ayam bakar madu tersebut pun menyapa pengunjung dari depan kedainya. Pengunjung yang jalan seolah ditarik oleh aroma madu yang dibakarnya tersebut.
Selain menu utama ayam bakar madu, kedai Ayam Bakar Taliwang Madu bu Mami ini juga menyediakan ayam goreng kremes, dan sate bakso dan ati ampela yang dapat di bakar juga menggunakan bumbu madu.

Seporsi ayam bakar madu yang menggoda
Fadli, anak pertama dari sang pemilik yang kini juga mengelola kedai tersebut mengatakan resep olahan ayamnya berasal dari keluarga. Dahulu orangtuanya memang sering membuat menu tersebut untuk makan keluarga di hari-hari tertentu.
Selain kelezatan bumbu madunya, yang terkenal dari olahan ayam disini ialah lembutnya tekstur ayam, beserta tulang-tulang rawannya. Bukan ayam tulang lunak, tetapi daging dan tulang rawannya sangat mudah lepas saking lembut olahannya.
Tribun Jateng pun segera mencoba ayam bakar taliwang madu yang sudah tersaji. Bau bakaran madu yang lezat menyeruak di sekitar hidangan tersebut. Penampakan ayambakr ini sedikit mengkilat kekuningan akhibat olesan madunya tersebut.
Rasa manis gurih memang begitu dominan di lapisan luar ayam. Namun, daging di dalam yang lembut lebih terasa olahan bumbu lain yang juga mengguagah selera dan sedikit ada sentuhan pedas.
Saat ditanya tentang olahan ayam yang begitu lembut, Raniya, yang juga anak dari pemilik mengatakan lebutnya ayam berasal dari cara pengolahan yang khas.
“Ayam madu ini khasnya diolah berkali-kali, jadi dibumbu kuning dulu, diungkep, lalu dibumbu coklat lagi yang agak pedas tadi lalu diungkep lagi, sebelum dibakar menggunakan madu atau digoreng,” ujar Raniya kepada Tribun Jateng sembari memasak ayam dikedainya, Selasa (6/12/2016).
Madu yang dioleskan sebelum dibakar merupakan madu makanan, yang biasa digunakan untuk campuran jamu-jamu. Ia memilih itu karena lebih cocok untuk dicampu ke masakan, tidak terlalu manis, namun juga gurihnya pas.

Ayam yang dibakar menggunakan madu
Ia mengatakan dalam sehari minimal menghabiskan 50 ekor ayam atau 200 potong. Sedangkan jika akhir pekan, bisa 400 potong atau dua kali lipatnya. Dibelakang kedainya tersebut terdapat dapur lengkap dengan kulkas penyimpanan ayam, sehingga jika kehabisan dapat langsung dibuat disana.
Jika Anda sedang berwisata kuliner di Semarang, wajib mampir ke kedai yang satu ini. Namun, usahakan hindari malam minggu, karena sangat padat hingga Anda bisa masuk dalam waiting list yang menunggu tempat duduk kosong.
Untuk satu porsi ayam bakar madunya seharga Rp 14.5 ribu, sedangkan jika di goreng Rp 14 ribu. Untuk bakso bakar sendiri Rp 5 ribu, dan ampela ati bakar Rp 6 ribu, jika di goreng hanya Rp 4 ribu.
Buka di ujung Jalan Kyai Saleh Bawah nomer 5, berada persis di samping Bank BRI Pandanaran, sebelum lampu merah dari arah Makam Bergota. Buka mulai pukul 13.00-23.00 WIB. (Irzal Adikurnia/magang tribunjateng)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/seporsi-ayam-bakar-madu-yang-menggoda_20161207_104552.jpg)