Icip icip Kuliner
Meski Sama-sama Berkuah Segar, Ini Bedanya Soto Semarang dan Soto Kudus
Diantara yang tersohor itu, Soto Semarang dan Soto Kudus jika dilihat sekilas memiliki banyak kesamaan
TRIBUNJATENG.COM - Kuliner soto sebagai kuliner khas Nusantara kini tersebar di berbagai daerah. Setiap daerah punya cirikhasnya terasendiri yang berasal dari budaya, rempah hingga bahan lain yang identik dengan daerahna masing-masing.
Di Jawa Tengah sendiri soto sangat beragam, sebut saja Soto Ayam Solo, Soto Jepara, Soto Kudus, hingga Soto Semarang. Anda dapat menikmati semuanya yang tersebar di berbagai daerah Jawa Tengah.
Diantara yang tersohor itu, Soto Semarang dan Soto Kudus jika dilihat sekilas memiliki banyak kesamaan.

Di Kota Semarang kini sudah buka Soto Kudus di Kompleks Pujasera Kyai Saleh. Buka mulai jam 08.00 sampai 18.00 WIB.
Selain sama-sama tersohor, keduanya disajikan dengan nasi di dalam, menggunakan mangkuk kecil, irisan bawang dan menggunakan ayam. Hingga pelengkap seperti sate kerang, perkedel, tahu, tempe goreng pun sama.
Namun, ternyata keduanya memiliki perbedaan dan keunikannya masing-masing. Hal tersebut juga menjadikan citarasa keduanya berbeda.
Mari berkunjung ke dua darah tersebut, di Semarang terdapat banyak gerai Soto Semarang yang tersohor.
Soleh Soekarno, pemilik Soto Bangkong Semarang yang kini telah berusia 110 tahun, menceritakan perbedaan Soto Semarang dan Soto Kudus sejak terdahulu pada Tribun Jateng.

Satu Porsi Soto Bangkong Semarang beserta satenya
Menurutnya Soto Semarang bercirikhas lebih keruh kecoklatan, tak terlalu bening karena rempah yang dipakainya. Berbeda dengan Soto Kudus yang sama-sama agak keruh namun warna ke kuningan.
Untuk garnish atau pemanisnya, Soto Kudus terkenal dengan irisan bawang putih goreng yang gurih, tetapi Soto Semarang pada umumnya ditaburi irisan goreng bawang yang renyah.
Untuk isinya, Soto Semarang selalu menggunakan bihun atau sun, sementara Soto Kudus ada yang tidak menggunakannya.
Untuk dagingnya, keduanya biasanya memakai suwiran daging ayam yang sudah di Goreng, tetapi Soto Kudus aselinya juga memakai daging kerbau.
Soto Kudus yang menggunakan daging kerbau biasanya disajikan oleh kedai asli yang berasal dari Kudus atau memiliki pusat di Kudus, karena sangat sulit mencarinya jika diluar kota Kudus. Konon daging kerbau dipakai untuk menghormati orang Hindu yang tak makan sapi.
Untuk sayuran, keduanya lazim menambahkan tauge, potongan tomat segar, daun bawang, dan bisa juga menambahkan telur rebus ke dalamnya.
Selain daging ayam suwir dan bihun, soto Semarang juga berisi tauge dan potongan tomat. Terkadang potongan daun bawang dan telur rebuspun ditambahkan ke dalamnya. Untuk menambah kesegaran saat menyantapnya, bisa ditambahkan air jeruk nipis, kecap manis, atau sambal rawit.

Sate pelengkap soto
Terakhir, aneka sate biasa digunakan untuk pelengkapnya. Jika Anda menikmati sate di Soto Semarang akan terlihat selalu direndam di kuah kecap sehingga tetap basah dan memperkaya citarasa soto. Sementara itu, sate pada Soto Kudus, sate disajikan kering.
Apapun perbedaannya, kedua soto ini memang memiliki citarasanya tersendiri, dan yang pasti sangat menyegarkan. Sudah saiap memuaskan lidah diri dengan gurihnya kuah soto tersebut? (Irzal Adiakurnia/magang Tribun Jateng)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/satu-porsi-soto-bangkong-semarang-beserta-satenya_20161206_114020.jpg)
