Tia Hendi Ingin Perempuan Berperan Aktif Memajukan Pembangunan Kota Semarang
Rakor digelar dalam upaya memecahkan permasalahan gender, perlindungan perempuan dan anak serta keluarga berencana dengan isu lintas sektoral.
Penulis: galih permadi | Editor: a prianggoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG-Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Desa (Bapermasdes) Kota Semarang menggelar ra koordinasi (rakor) Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kota Semarang di Ruang Lokakrida Gedung Moch. Ihsan lantai 8 Balaikota Semarang, Rabu (7/12).
Rakor digelar dalam upaya memecahkan permasalahan gender, perlindungan perempuan dan anak serta keluarga berencana dengan isu lintas sektoral.
Kepala Bapermasdes Kota Semarang, Bimbong Yogatama mengatakan kemitraan yang sinergis antar berbagai pihak mutlak dilakukan sehingga kebijakan program dan kegiatan pembangunan yang responsif gender, perlindungan hukum dan peduli anak dalam terwujudnya keluarga bahagia sejahtera dapat dilaksanakan diberbagai tatanan pemerintah dan masyarakat.
"Dalam rakor ini dengan harapan bisa mengakomodir serta menampung aspirasi yang diharapkan demi kemajuan bersama," ujarnya dalam rilis yang diterima Tribun Jateng.
Acara tersebut dihadiri oleh Asisten Adminitrasi Umum Setda Kota Semarang, Agustin Lusin Dwimawati Ketua TP. PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi, anggota DPRD, Organisasi Perempuan, dan SKPD dilingkungan Pemerintah Kota Semarang.
Kegiatan Rakor yang dibuka secara resmi oleh Asisten IV Setda Kota Semarang Agustin Lusin Dwimawati.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengharapkan melalui rakor pemberdayaan perempuan ini akan mampu menguatkan komitmen dan kebersamaan di antara kaum perempuan di Kota Semarang untuk bersama-sama memajukan dan memberdayakan potensi kaum perempuan agar semakin memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pembangunan khususnya di Kota Semarang.
"Namun seiring dengan dinamika perkembangan jaman, banyak PR termasuk yang dihadapi Kota Semarang terkait kaum perempuan, salah satunya yang menjadi PR besar sampai dengan saat ini adalah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) khususnya yang menimpa kaum perempuan dan anak-anak," kata Agustin dalam membacakan sambutan Walikota.
Sementara itu, Krisseptiana Hendrar Prihadi mengatakan perempuan harus bersyukur karena diberi kesempatan untuk ikut memberikan sumbangsih demi pembangunan dan kemajuan Kota Semarang.
"Sebagai perempuan jangan mau hanya sebagai objek pembangunan jadilah subyek pembangunan karena bukan hanya tugas pemerintah tetapi juga masyarakat dan kita semua, maka dari itu kita harus bergerak bersama untuk berperan aktif membangun dan memajukan Kota tercinta," kata Tia Hendi, sapaan akrab Krisseptiana Hendrar Prihadi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rakor-bapermasdes_20161207_165329.jpg)