Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Prof Sudharto Paparkan Strategi Kembangkan Kampung Tematik di Semarang

Prof Dharto sosialisasikan Community Development (Comdev) sebagai strategi untuk mengembangkan kampung tematik di Kota Semarang.

Penulis: aditya dwiki sasongko | Editor: iswidodo
tribunjateng/Aditya Dwiki Sasongko
Prof Dharto sosialisasikan Community Development (Comdev) sebagai strategi untuk mengembangkan kampung tematik di Kota Semarang. 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Aditya Dwiki Sasongko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Prof Dharto sosialisasikan Community Development (Comdev) sebagai strategi untuk mengembangkan kampung tematik di Kota Semarang.

"Jadi melalui comdev, masyarakat didorong mengidentifikasi masalah yang dihadapi mereka, lantas menemukan sendiri solusinya," kata Prof Sudharto P. Hadi, akademisi dan ahli perencanaan lingkungan. Prof Dharto sampaikan hal itu dalam Workshop dan FGD Rencana Tindak Lanjut Kampung Tematik 2016 dan 2017 Program Penanggulangan Kemiskinan di Kota Semarang 2016-2021, di ruang Lokakrida, Balaikota Semarang, Kamis (8/11).

Dia menjelaskan, bahwa strategi comdev memacu cara pengembangan masyarakat dari titik imposed (didesakkan), ke titik directed (diarahkan), hingga mencapai self-help (swadaya).

"Jadi kalau masyarakat yang awalnya harus didorong pembangunannya atau diberdayakan oleh pemerintah, dengan comdev, masyarakat bisa mandiri, sadar untuk maju, sadar untuk membangun potensi diri," ujarnya.

Fase kemandirian tersebut, dijelaskan Prof Dharto, dapat dicapai dalam kurun waktu lima tahun. Satu tahun, merupakan fase awal terbentuknya kelompok. Tahun kedua, fase pelatihan dan pembinaan. Tahun ketiga, fase pengembangan. Tahun keempat, fase memperkuat kelembagaan. Terakhir menginjak tahun kelima, sudah bisa menjadi partner perusahaan.

Prof Sudharto Harap Delegasi Undip Sukses di Simulasi Sidang PBB
Prof Sudharto

"Contoh bentukan comdev, diantaranya Kampoeng Kepiting Denpasar di Bali, Kampung Lele di Boyolali, dan Kampung Lele di Aceh. Di Semarang, saat ini yang sedang berlangsung yaitu Mangunharjo, Kecamatan Tugu. Diadakan pusat pendidikan mangrove. Mangrove dapat difungsikan untuk memperkuat sabuk pantai, memulihkan tambak, sampai diolah menjadi makanan," katanya.

Soal indikator keberhasilan comdev, Prof Dharto mengatakan, terjadinya peningkatan pendapatan, peningkatan kualitas hidup (kesehatan, pendidikan, dan kohesi sosial), peningkatan kualitas lingkungan, masyarakat mandiri, muncul inovasi, dan replikasi atau bisa diterapkan di tempat lain. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved