Breaking News:

KEJAHATAN DI JALAN

HEBOH, Ibu Ini Menangis Histeris di Jalan Raya, Ternyata. . .

Jumat (9/12/2016) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, seorang ibu menjadi korban penjambretan dua orang pengendara motor yang berboncengan.

Penulis: puthut dwi putranto | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/PUTUT DWI PUTRANTO
Jumat (9/12/2016) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, seorang ibu menjadi korban penjambretan dua orang pengendara motor yang berboncengan. 

Wartawan Tribun Jateng, Puthut Dwi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Aksi kriminalitas bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Para pelaku kejahatan ini tak pandang bulu menyasar korban yang menjadi target incarannya.

Seperti halnya yang terjadi di jalan raya Semarang - Purwodadi tepatnya di wilayah Desa Bugel, Kecamatan Godong, Grobogan, Jawa Tengah.

Jumat (9/12/2016) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, seorang ibu menjadi korban penjambretan dua orang pengendara motor yang berboncengan. Desi (20) menangis histeris di pinggir jalan setelah kalung emas seberat lima gram yang dikenakannya dirampas orang dari belakang.

Saat itu, Desi memboncengkan kedua anaknya yang masih balita ke arah barat hendak pulang rumah di Desa Jawan, Kecamatan Tegowanu, Grobogan. Desi yang mengendarai motor matik scoopy itu usai berkunjung ke tempat saudara di Demak.

"Saat lagi melaju pelan, tiba-tiba dari belakang ada yang merampas kalung saya. Mereka berdua naik motor ninja abu-abu dan tak berpelat. Sempat saya berteriak dan mengejar, namun karena saya membawa anak, saya hentikan laju motor saya. Padahal kalung ini mahal dan pemberian suami," tutur Desi menangis.

Saat itu juga, warga yang mendengar teriakan Desi langsung berkerumun menghampiri Desi. Beberapa diantaranya berupaya mengejar pelaku namun tak terkejar.

"Dua orang pelaku menggunakan helm kabur ke arah barat atau arah Semarang. Kami mengejar tapi ketinggalan jauh. Mereka naik ninja dengan kecepatan tinggi. Kami lalu lapor ke polisi," kata warga setempat, Nur Rokhim.

Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Eko Adi Pramono, menjelaskan, kasus penjambretan ini masih dalam proses penyidikan pihaknya. Eko mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati ketika melintas di jalan.

"Jangan memperlihatkan barang berharga atau perhiasan mencolok di jalan jika sedang sendirian. Pelaku ini tergolong nekat karena kawasan lokasi kejadian termasuk ramai orang. Kasus ini masih dalam penyelidikan kami," terang Eko. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved