Ivan Gunawan Akan Angkat Bordir Kudus di Event Miss Universe dan Indonesia Fashion Week

Pada tahun ini, Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus menggelar Kudus Trade Show 2016 di berbagai kota.

Ivan Gunawan Akan Angkat Bordir Kudus di Event Miss Universe dan Indonesia Fashion Week
IST
Ivan Gunawan memberi penjelasan kepada pengunjung Kudus Trade Show 2016 di Depo Pelita Purwokerto, Banyumas, Jumat (9/12/2016) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Desainer kenamaan Ivan Gunawan akan menggandeng lima perajin bordir Kudus dalam Indonesia Fashion Week (IFW) 2017.

Ajang ini akan berlangsung di Jakarta sekitar Februari tahun depan.

Menurut Ivan, lima perajin bordir yang terpilih akan berkolaborasi dengan lima desainer ternama, termasuk dirinya.

"Bordir Kudus punya keunikan dan karakteristik tersendiri, itu yang saya suka. Kebetulan saya sedang suka menggarap busana berbahan kain tradisional," kata pria yang karib disapa Igun ini dalam Kudus Trade Show 2016 di Depo Pelita Purwokerto, Banyumas, Jumat (9/12/2016) malam.

Ivan juga berencana mengangkat bordir Kudus dalam ajang Miss Universe 2017 di Filipina.

Dia ditunjuk Yayasan Puteri Indonesia mendesain busana yang akan dikenakan Puteri Indonesia 2016, Kezia Roslin Cikita Warouw, di kontes tersebut.

"Gaun malam yang akan dikenakan Kezia nanti, saya yang desain. Akan saya bikin menggunakan perpaduan bordir dan batik Kudus," tandasnya.

Pada tahun ini, Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus menggelar Kudus Trade Show 2016 di berbagai kota.

Sebelum di Purwokerto, ajang yang sama sudah berlangsung di Jakarta, Kudus, dan Yogyakarta.

Di Purwokerto, Igun benar-benar menjadi magnet bagi pengunjung.

Terlebih dia membuka kesempatan konsultasi tentang mode dan busana.

Seorang pengunjung, Surtinah, tak sungkan bertanya mengenai gaun yang cocok dia kenakan.

"Mode pakaian apa yang cocok, agar saya tak terlihat terlalu gemuk," tanya Surtinah.

Menurut Ivan, supaya perempuan yang subur tak terlihat gemuk memakai pakaian yang punya potongan di perut.

Selanjutnya mengenakan bawahan berbentuk "A".

Seorang peserta pameran, Alina Alexander, menyebut pameran dagang ini dapat memperkenalkan dan mengangkat potensi yang ada di Kudus.

Menurutnya, banyak pihak yang semula tak mengetahui bordir Kudus kini justru amat memperhitungkan keberadaannya.

"Krancang yang ada di bordir Kudus itu khas," ucap Alina.

Dia menyebut ada dua krancang dalam dunia bordir, krancang asli dan krancang solder.

"Krancang asli bikinnya lama, tapi ketika dikenakan tampak lebih indah dan elegan. Karena prosesnya rumit dan memakan waktu, krancang asli berharga lebih mahal," tuturnya.

Kepala Disdagsar Kudus, Sudiharti, menyebut Ivan sendiri yang akan memilih lima perajin bordir yang akan berkolaborasi dengan lima desainer dalam ajang IFW 2017.

Sebelumnya akan ada survei lebih dulu terhadap puluhan perajin di Kudus.

"Jadi Igun sendiri yang akan memilih dan menilai bordir yang akan ditampilkan di IFW 2017," terang Sudiharti.

Dia menyebut pameran dagang ini bermanfaat memperkenalkan potensi Kudus.

Jumlah transaksi saat pameran tak menjadi tolok ukur sukses tidaknya event yang dihelat.

"Biasanya seusai pameran justru banyak pesanan yang datang. Saat pameran, kita fokus memperkenalkan produk yang kita miliki," tuturnya. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved