Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sidang Penodaan Agama

Bacakan Nota Keberatan, Ahok Kutip Judul di Bukunya "Berlidung Dibalik Ayat Suci"

Ahok berharap dengan membaca tulisan di buku tersebut, dapat memberikan penjelasan kepada majelis hakim mengenai maksudnya.

Editor: a prianggoro
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat memberikan keterangan pers di halaman Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis, (1/12/2016) 

TRIBUNJATENG.COM-- Terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membacakan salah satu Sub-judul dari bukunya, yang berjudul “Berlindung Dibalik Ayat Suci”.  Buku itu, dipublikasikan pada tahun 2008.

Ahok berharap dengan membaca tulisan di buku tersebut, dapat memberikan penjelasan kepada majelis hakim mengenai maksudnya, menyitir Surat Al Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September lalu.

Dalam bukunya itu, Ahok menuliskan bagaimana pengalamannya mengikuti Pemilihan Umum, dari jadi Bupati Belitung Timur, hingga mencalonkan diri sebagai Gubernur Bangka Belitung.

"Ada ayat yang sama, yang saya begitu kenal digunakan untuk memecah belah rakyat, dengan tujuan memuluskan jalan meraih puncak kekuasaan oleh oknum yang kerasukan “roh kolonialisme”," ucap Ahok di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajahmada, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016).

Kata Ahok, ayat tersebut sengaja disebarkan oleh oknum-oknum elit, karena tidak bisa bersaing dengan visi misi program, dan integritas pribadinya. Menurutnya, oknum itu, berusaha berlindung dibalik ayat-ayat suci itu, agar rakyat dengan konsep “seiman” memilihnya.

"Dari oknum elit yang berlindung dibalik ayat suci agama Islam, mereka menggunakan surat Al Maidah 51. Isinya, melarang rakyat, menjadikan kaum Nasrani dan Yahudi menjadi pemimpin mereka, dengan tambahan, jangan pernah memilih kafir menjadi pemimpin. Intinya, mereka mengajak agar memilih pemimpin dari kaum yang seiman," tutur Ahok.

Padahal, begitu ditanyakan Ahok kepada teman-temannya, ternyata ayat ini diturunkan pada saat adanya orang-orang muslim yang ingin membunuh Nabi besar Muhammad, dengan cara membuat koalisi dengan kelompok Nasrani dan Yahudi di tempat itu.

"Jadi, jelas, bukan dalam rangka memilih kepala pemerintahan, karena di NKRI, kepala pemerintahan, bukanlah kepala agama/Imam kepala. Bagaimana dengan oknum elit yang berlindung, dibalik ayat suci agama Kristen?" tutur Ahok.

"Mereka menggunakan ayat disurat Galatia 6:10. Isinya, selama kita masih ada kesempatan, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman," lanjut Ahok. (Tribunnews/Dennis Destryawan)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved