Bank Indonesia Berencana Tetapkan Batas Atas Bunga Kartu Kredit 2,25 Persen

Rencana Bank Indonesia (BI) memangkas batas atas (capping) bunga kartu kredit menjadi 2,25 persen dari sebelumnya 2,95 persen, seperti dua mata pisau.

Bank Indonesia Berencana Tetapkan Batas Atas Bunga Kartu Kredit 2,25 Persen
AP Photo/kompas.com
Membayar menggunakan kartu kredit. 

TRIBUNJATENG.COM- Rencana Bank Indonesia (BI) memangkas batas atas (capping) bunga kartu kredit menjadi 2,25 persen dari sebelumnya 2,95 persen, seperti dua mata pisau.

Pertama, rencana pemangkasan bunga akan menurunkan pendapatan bunga dari kartu kredit namun juga akan mendorong pertumbuhan kartu kredit.

Santoso Liem, Direktur PT Bank Central Asia (BCA) mengatakan, batas atas bunga kartu kredit terpangkas hingga 70 bps akan menurunkan pendapatan bunga.

Bank yang paling terkena imbas besar adalah yang memiliki banyak nasabah kartu kredit berkategori revolver.

“Ada penurunan pendapatan tapi belum terhitung,” katanya, Senin (12/12).

Menghadapi kebijakan ini, Santoso mengatakan, pihaknya berusaha menggenjot penggunaan kartu kredit melalui promo untuk memperoleh pendapatan komisi atau fee based income dari kartu kredit. Dan bank akan melakukan efisiensi pada bisnis kartu kredit untuk mengurangi pengeluaran biaya (overhead).

Sependapat, Tardi, Direktur Retail Banking PT Bank Mandiri Tbk menyampaikan, pendapatan dari kartu kredit akan turun. Karena itu, bank akan menurunkan biaya dan meningkatkan transaksi agar tetap memperoleh margin dari kartu kredit.

“Dengan volume bisnis yang masih lambat maka pendapatan juga masih lambat,” ucapnya.

Lani Darmawan, Direktur Retail Banking PT CIMB Niaga Tbk juga menilai, rencana jumlah penurunan bunga pasti berdampak cukup signifikan terhadap profibalitas meski rencana itu bertujuan baik, yaitu mendorong pertumbuhan kredit.

Di sisi lain, bunga kartu kredit menjadi 2,25 persen memberikan manfaat kepada nasabah. Santoso mengatakan, bunga yang rendah akan memberikan keringanan kepada nasabah yang membutuhkan dana darurat lewat cara berhutang dari kartu kredit.

Saat ini, bisnis kartu kredit sedang lesu. BI mencatat, jumlah kartu kredit hanya tumbuh 2,85 persen menjadi 17,22 juta per Oktober 2016 dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year, yoy) mencapai 16,75 juta.

Nah, jumlah kartu kredit yang hanya tumbuh single digit ini membuat volume transaksi dan nilai transaksi juga ikut lambat. Misalnya, nilai transaksi hanya tumbuh 1,37 persen yoy menjadi Rp 23,50 triliun per Oktober 2016. Sedangkan, volume transaksi tumbuh 9,27 persen yoy menjadi 25,79 juta per Oktober 2016. (TRIBUNJATENG/CETAK)

Editor: a prianggoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved