Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Icip icip Kuliner

Menikmati Pisang Goreng dengan Cara Baru, Varian Topingnya Ada Banyak!

Wanita asal Semarang ini menyajikan tren baru bagi para pecinta kuliner, yakni pisang ping-ping

Editor: muslimah
Tribun Jateng/maulana ramadhan
Pisang goreng dengan toping tiramisu, coklat, almond, choco cip 

TRIBUNJATENG.COM - Kreativitas memang tidak pernah berhenti. Hal yang biasa bisa dirubah menjadi sesuatu yang terlihat baru dan unik. Itulah yang dilakukan oleh Stefany.

Wanita asal Semarang ini menyajikan tren baru bagi para pecinta kuliner, yakni pisang ping-ping.

Pisang ping-ping adalah pisang goreng yang disajikan dengan varian rasa toping kekinian seperti green tea dan almond. Jika dilihat tampilannya, unsur pisang tidaklah terlalu terlihat, pisang goreng buatannya lebih mirip cake atau brownies. Jejeran potongan pisang memang tertutupi sepenuhnya oleh isian-isian toping sehingga bentuk dari pisang tidak lagi terlihat.

Bila penasaran ingin mencoba, anda bisa menemukan pisang ping-ping di Kawasan Taman Menteri Supeno atau lebih dikenal dengan nama Taman KB, Semarang di malam hari.

Di kawasan yang terkenal sebagai salah satu pusat kuliner malam Semarang itu, Stefany membuka gerai kecilnya. Varian rasa yang tersedia terdiri dari green tea, vanilla, coklat, cappuccino dan tiramisu. Untuk menambah ragam toping, dikombinasikan juga dengan toping keju, kacang, almond, biskuit oreo, chips, crunch, dan mallow.

Stefany menuturkan, ide awal membuat pisang ping-ping adalah karena ingin membuat sesuatu yang baru tetapi menggunakan bahan yang sederhana. Hingga, akhirnya ia memberanikan diri mengolah pisang goreng menjadi pisang dengan tampilan yang berbeda.

“Memilih pisang karena pada dasarnya aku juga suka pisang. Selain itu pisang itu disukai banyak orang, jadi sudah ada penggemarnya sendiri. Dibuat dengan varian toping, kalau dilihat ini seperti toping-toping di donut, contohnya almond. Kita buat pisang sebagai pengganti roti donut,” tutur Stefany.

Toping lezat yang menggugah selera
Toping lezat yang menggugah selera

Ia menambahkan untuk konsep pisang goreng dengan varian rasa toping, di Semarang baru gerai pisang miliknya lah yang menjual.

Pisang yang digunakan adalah jenis pisang raja. Hal itu ia pilih karena pisang raja sudah memiliki rasa yang manis dibandingkan pisang jenis lain. Pisang-pisang yang ia gunakan didapat dari pasar-pasar di sekitar Kota Semarang.

Menurutnya, jika sedang musim terkadang sulit mendapatkan pisang yang dalam kondisi baik. Kesulitan lain, pisang raja jika terlalu lama digoreng akan menjadi lembek, harus digoreng dalam keadaan pisang minyak yang benar-benar panas sehingga tidak terlalu lama waktu menggorengnya. Di gerainya, ia dibantu oleh satu orang pegawai.

Pisang ping-ping disajikan dengan satu kotak panjang. Isinya potongan pisang sesuai yang dipesan, bisa tiga potong, lima hingga tujuh. Jika ingin menjajal seluruh toping yang ada, dipersilahkan mencampur varian rasa, untuk porsi tujuh potong, pembeli bisa memesan tujuh varian rasa toping. Selain rasa, stefany juga menambahkan quotes atau kumpulan kata-kata di tiap menu pisang yang dipesan. Hal itu ia lakukan untuk membuat pisangnya menjadi lebih menarik.

“Ya itu (kata-kata) biar lebih menarik. Sekarang kan makanan kebanyakan di foto, jadi biar saat difoto tidak isi makanannya saja tapi ada kata-katanya. Kata-katanya saya buat sendiri, sengaja bikin yang rada baper untuk menggaet penggemar anak muda,” tambahnya.

 Satu buah pisang, oleh Stefany dibelah menjadi dua potong. Untuk porsi lima potong ia menghabiskan dua sampai tiga buah pisang. Dalam sehari rata-rata ia menghabiskan dua sampai tiga sisir pisang, jumlah itu bisa bertambah diakhir pekan.

Gerai pisang ping-ping buka mulai pukul 17.00 – 22.00. Lokasinya menjadi satu dengan Kedai Seven Pavillion, sebuah kedai dengan konsep food court.

Selain gerai pisang ping-ping terdapat juga gerai yang menjual leker, burger dan banyak lagi. Tepatnya berada di jejeran penjual jagung bakar di Taman KB.

Porsi dengan tiga potong pisang dibanderol Rp 10.000 untuk porsi lima dan tujuh dijual masing-masing Rp 15.000 dan Rp 20.000. (Maulana Ramadhan/magang tribunjateng)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved