Waspadalah! Jajanan Tak Sehat Ancam Siswa Sekolah di Kota Semarang

sekitar lima kejadian murid saya setelah jajan di luar lingkungan sekolah tiba-tiba sakit perut, pusing, dan merasa mual

Waspadalah! Jajanan Tak Sehat Ancam Siswa Sekolah di Kota Semarang
tribunjateng/daniel ari purnomo
VIDEO BPOM Semarang Sidak Produk Takjil Temukan Bahan Pewarna Tekstil, Selasa 23 Juni 2015. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Sejumlah anak tampak mengerumuni sebuah gerobak pedagang makanan keliling di luar SD Islam Siti Sulaechah 01, Jalan Mayangsari Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, Jumat (16/12), sekitar pukul 10.00.

Anak-anak itu terlihat asyik berbincang dengan sang pedagang, kemudian satu per satu mereka menerima jajanan yang dibeli dan menikmatinya sambil berjalan.

Didik Sutardi (26), satu guru di sekolah itu, mengaku cemas akan kesehatan anak didiknya karena makanan ringan yang dijajakan di luar lingkungan sekolah.

"Saya sangat mencemaskannya, karena hampir dua bulan ini sudah ada sekitar lima kejadian murid saya setelah jajan di luar lingkungan sekolah tiba-tiba sakit perut, pusing, dan merasa mual," tutur pria yang telah mengajar di SD Islam Siti Sulaechah selama lima tahun itu.

Hingga kini ia mengaku bingung untuk melarang para penjual makanan yang datang di tempatnya mengajar. Pihak sekolah tidak tahu pukul berapa para pedagang itu datang, karena masih sibuk dengan kegiatan mengajar.

Meski demikian, Didik menuturkan, ada beberapa pedagang yang sudah minta izin untuk berdagang, dan telah diizinkan. Pihak sekolah pun telah memberikan sosialisasi terkait dengan dagangan yang layak untuk dikonsumsi anak-anak.

"Sebenarnya kami sudah menyosialisasikan kepada pedagang mengenai syarat makanan yang sehat untuk dikonsumsi anak. Kami juga bisa mengontrol kelayakan makanan itu jika mereka izin ke pihak sekolah (untuk berdagang-Red)," tuturnya.

Didik menyatakan, pihak sekolah sebenarnya juga sedikit terbantu dengan adanya pedagang yang telah izin untuk berdagang, karena sekolahan hingga kini belum memiliki kantin.

"Yang menjadi masalah adalah pedagang yang tiba-tiba datang dan menjual jajanan tidak sehat, itu bisa membahayakan kesehatan siswa kami. Ketika kami menemukan pedagang itu, kami langsung ambil tindakan dan kami beri peringatan, tapi tetap saja masih bisa kecolongan," jelasnya.

Ada yang nakal

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved