Festival Semarangan

Joko Pamerkan Akuaponik Dalam Festival Semarangan

Sistem pertanian Akuaponik dipamerkan dalam acara Festival Semarangan di Lapangan Kridosono, Kelurahan Kandri

Joko Pamerkan Akuaponik Dalam Festival Semarangan
Tribun Jateng/Aditya Dwiki Sasongko
Bisnis UKM meriahkan acara Festival Semarangan di Kelurahan Kandri, Gunungpati, Minggu (18/12). Joko Mulyono, penggiat Akuaponik (kanan) dan Sutrisno, Ketua RW 04, Kelurahan Kandri, tengah menunggui stan, untuk menyosialisasikan cara tanam Akuaponik. 

Laporan Wartawan Jateng, Aditya Dwiki Sasongko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sistem pertanian Akuaponik dipamerkan dalam acara Festival Semarangan di Lapangan Kridosono, Kelurahan Kandri, Minggu (18/12).

Sang penggiat sistem tanam Akuaponik, Joko Mulyono (41), mengatakan ikut serta dalam pameran bisnis UKM di Festival Semarangan, karena ingin warga Kandri mengetahui cara menanam alternatif selain cara umum menggunakan tanah.

"Melalui Festival ini, saya bisa memperkenalkan cara budidaya tanaman sayur menggunakan sistem Akuaponik," katanya.

Joko mengatakan, selama pameran, banyak didatangi warga yang penasaran dengan Akuaponik. "Belum banyak warga yang mengetahui cara tanam ini," ucapnya.

Dijelaskan Joko, bahwa Akuaponik berbeda dengan hidroponik. Perbedaan yang mencolok terletak pada penggunaan pupuk non kimia dan pemeliharaan ikan di media tanam airnya atau dinamakan aquapuntur.

Kotoran ikan, kata joko akan dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi pertumbuhan tanaman.

"Ikan-ikan yang mengeluarkan kotoran, akan diputarkan ke atas menggunakan sistem sirkulasi air. Sehingga tanaman yang berada di atas, memperoleh nutrisi dari kotoran ikan rersebut," jelasnya.

Mengenai sayuran yang bisa ditanam, ada bermacam-macam, meliputi sawi, bayam, seledri, selada, kucai, kangkung dan sebagainya.

Sedangkan ikan yang dipelihara sebagai sumber pupuk, dalam kolam kecil berukuran satu meter persegi dapat diisi jumlah besar, 100 ekor ikan. Hal ini karena penggunaan sistem sirkukasi air, membuat pasokan oksigen tinggi.

Selama ini sistem Aquaponik miliknya merupakan program yang digalakkan khusus di RW 04 Kelurahan Kandri. Saat ini, kata Joko, sudah ada 30 warga di RW 04 yang mencoba Akuaponik.

Sementara itu, Ketua RW 04, Kelurahan Kandri, Sutrisno, mengatakan Akuaponik akan dijadikan sebagai unggulan di wilayahnya.

"Kami ikuti program kampung tematik. Sudah sejak September 2016 lalu, kami kembangkan sistem bertanam Akuaponik. Sampai sekarang ada 30 rumah yang memprakrekkan. Tujuannya untuk ketahanan pangan warga. Kami juga ingin budayakan hidup sehat, dengan mengonsumsi sayuran organik," katanya.

Joko dan Sutrisno berharap melalui pameran dan sosialisasi Akuaponik di Festival Semarangan, bukan hanya RW 04 saja yang merasakan manfaatnya, tapi bagi warga Kandri secara luas. (*)

Penulis: aditya dwiki sasongko
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved