Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kisah Nyata Gubernur Ganjar Diusir Tukang Parkir Hingga Ikut Dorong Mobil Wartawan

Kemudian ketika Ganjar numpang kencing di rumah warga, sementara warga tersebut tak sadar bahwa yang datang adalah seorang Gubernur

Penulis: m nur huda | Editor: muslimah
Tribun Jateng/M Nur Huda
Ganjar Pranowo saat memberi tanggapan atas peluncuran buku berjudul "Gubernur Jelata", karya Agus Becak, di komplek Candi Gunung Wukir, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Sabtu (18/12/2016) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Buku berjudul "Gubernur Jelata", diluncurkan di komplek Candi Gunung Wukir, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Sabtu (18/12/2016).

Buku yang menceritakan tentang sisi manusiawi Ganjar Pranowo sebagai Gubernur, diceritakan oleh sang penulis, Agus Becak.

Launching buku yang difasilitasi oleh Komunitas Lima Gunung (KLG) tersebut, dikemas dengan melibatkan para seniman, budayawan, penyair, sastrawan, dan warga setempat, di sebuah situs prasati canggal yang ada di tengah rerimbunan hutan Gunung Wukir.

Buku yang diterbitkan Galangpress Yogyakarta, setebal 228 halaman ini, menurut penulisnya, Agus Becak, buku ini mengungkap sejumlah fakta yang dilakukan Ganjar sebagai seorang Gubernur. Banyak hal 'gila' dilakukan Ganjar yang tak lazim dilakukan oleh seorang Gubernur.

"Buku ini tidak memuja-muji tapi secara natural. Banyak hal yang gila dilakukan oleh Mas Ganjar saya tulis di buku ini. Buku ini sangat ringan karena hanya cerita-cerita fakta lucu," kata pemilik nama asli Agus Sunandar ini.

Sisi kegilaan Ganjar sebagai seorang Gubernur, menurut Agus, di tengah zaman yang tidak menentu ini, rakyat butuh pemimpin yang "edan" pula. Karena hanya pemimpin yang 'gila', yang akan dicatat oleh sejarah. Sosok pemimpin gila ini, belum tentu akan muncul lagi dalam kurun waktu lama.

"Spirit kebudayaan dan menjaga perdamaian ini yang ada pada sosok Mas Ganjar dengan segudang cerita 'nyleneh' yang justru mampu menginspirasi banyak orang, " katanya.

Beberapa contoh cerita yang menurutnya tak lazim dilakukan seorang Gubernur, kata jebolan ISI Yogyakarta ini, misalnya, ketika Ganjar menengok pengungsi dengan tiba-tiba "nggandul" truk menuju lokasi, bukan di ruang kabin.

Kemudian ketika Ganjar numpang kencing di rumah warga, sementara warga tersebut tak sadar bahwa yang datang adalah seorang Gubernur Jawa Tengah. Ketika Ganjar rela berbasah ria di tengah guyuran hujan saat mengetahui mobil rombongan wartawan terperosok di lubang, dan ia ikut mendorong mobil.

Cerita lainnya, bagaimana seorang Gubernur harus rela diusir petugas parkir karena tidak tahu bahwa dia Gubernur, karena hanya mengendarai Kijang Innova. Sementara Ganjar memilih mengalah parkir di tempat jauh. Padahal tempat parkir itu disediakan untuknya.

"Hal-hal sepele ini yang tidak didapatkan pada sosok pemimpin-pemimpin di negeri ini. Hal ini juga luput dari sorotan media," kata Agus.

Pada orasi budayanya, Presiden KLG, Sutanto atau Tanto Mendut sengaja memilih Candi Gunung Wukir untuk peluncuran buku "Gubernur Jelata". Ini agar masyarakat mengenal sejarah Gunung Wukir sebagai candi leluhur dari Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

"Ganjar saya kenal sebagai Gubernur yang paling cocok dengan cita-cita kerakyatan dan kebudayaan. Saya kenal sudah sejak lama dan saya berharap Ganjar bisa memimpin Jateng menuju kesejahteraan," ujar budayawan yang dikenal getol menolak bantuan pemerintah untuk kegiatan seni dan kebudayaan ini.

Sedangkan Ganjar, mengaku geli ketika menerima draft buku ini. Ternyata ada orang yang memerhatikan hal-hal kecil dalam kesehariannya. Pelajaran yang bisa diambil dari buku ini, bahwa ia selain sebagai Gubernur juga manusia biasa.

"Saya bisa marah, saya bisa tersenyum, saya bisa dlosoran bersama rakyat, dan itu diceritakan buku ini apa adanya. Ini buku bukan hanya muja-muji, ini buku yang menarik," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved